Akses Digital ke Desa Terus Disempurnakan, BUMDes Diberi Kesempatan Ambil Bagian

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:36 WIB
Teknologi Digital/Foto Istimewa
Teknologi Digital/Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemerintah terus berupaya mempermudah akses digital bagi aktivitas masyarakat desa, sekaligus menawarkan kesempatan itu bagi BUMDes untuk ikut ambil bagian sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi.

"Kami jadi semacam biro jodoh bagi BUMDes, mempertemukannya dengan internet service provider. Selain pemerataan akses, kerjasama itu diharapkan bisa jadi ladang bisnis mereka," kata Kepala Divisi Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat Kemenkominfo, Ari Soegeng Wahyuniarti secara daring pada rangkaian "Rural ICT Camp 2021 Desa Bangkit Nusa Bangkit", Selasa 19 Oktober 2021.

Menurut dia, langkah penggelaran akses internet tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Untuk itu, penyesuaian menjadi opsi yang cenderung mengikat sekali pun dalam kerangka bisnis, di mana skema ini sudah berhasil dijalankan BUMDes di Kalimantan.

Baca Juga: Terpidana Kasus Korupsi Dana Bantuan Gempa Bantul Ditangkap di Bandung, Buron Hampir 5 Tahun

"Cukup murah, karena bisa dijual Rp 20 ribu. Daerah seperti itu menjadi prioritas untuk mendapatkan akses internet di antaranya BUMDes setempat bisa menggandeng ISP untuk merealisasikannya," jelasnya.

Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap potensi dan ikhtiar pemberdayaan lainnya di desa-desa tersebut yang mempunyai persoalan kekurangan sinyal itu diharapkan bisa mendapatkan kemaslahatan terutama manfaat digital yang memungkinkan tereskpose hingga secara global.

Di antaranya keberadaan desa wisata, di mana seiring dengan menurunnya pandemi Covid-19, peluang akan peningkatan aktivitas berpergian bisa direspon secara cermat.

Desa-desa wisata mesti mengoptimalkan akses digital tersebut.

Baca Juga: Inilah Wilayah PPKM di Jawa-Bali Periode 19 Oktober hingga 1 November 2021

"PPKM dibuka, ini berpotensi akan mendorong masyarakat berbondong-bondong keluar. Hanya saja, nuansa outdoor kemungkinan lebih diminati. Ini jadi kesempatan desa-desa wisata yang mempunyai destinasi, mutiara-mutiara tersembunyinya, menjadi viral. Tapi itu diawali dengan jadwal tour virtual, bagian dari strategi dalam pemasarannya," katanya.

Untuk jaringan, Ari Soegeng Wahyuniarti menjelaskan bahwa pihaknya terus menggenjot kemantapannya.

Dari total 83.218 desa dan kelurahan, baru 85 persen atau 70.670 desa dan kelurahan yang sudah terjangkau layanan 4G.

Sisanya, sebanyak 12.548 desa dan kelurahan (15 persen) masih harus ditingkatkan kualitasnya.

Ini termasuk desa-desa yang termasuk sulit secara letak, karena terdepan, terluar, dan tertinggal yang masih terus dilakukan penanganan.

Di luar itu, katanya, pemerintah tengah satelit multifungsi, Satria (Satelit Republik Indonesia).

Kehadirannya akan mencakup 150 ribu lokasi layanan terutama untuk menunjang aktivitas pendidikan SD-SMP-SMA/MTs dan MA sebanyak 93.900 titik, 47.900 desa dan kelurahan, 3.700 puskesmas, dan kepentingan pertahanan dan keamanan.

"Satelit itu diproyeksikan mengorbit pada 2024. Kontruksinya dikerjakan antara 2020-2023," katanya.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral! Edy Mulyadi Hina Kalimantan, Begini Sosoknya 

Senin, 24 Januari 2022 | 14:34 WIB
X