Semiliar Sholawat Nariyah pada Hari Santri untuk Negeri

- Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:36 WIB
istimewa
istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – PBNU merilis pernyataan resmi memperingati Hari Santri pada 22 Oktober 2020. Pernyataan pada 21 Oktober 2020 diteken Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU DR HA Helmy Faishal Zaini.

PBNU mengagendakan kegiatan utama Peringatan Hari Santri 2020 berupa pembacaan 1 miliar holawat nariyah, sholawat thibbil qulub, dan doa tolak bala secara serentak oleh warga NU sedunia pada Kamis 22 Oktober 2020 pukul 19.30 WIB. Sholawat dan doa ini diharapkan mampu membangkitkan semangat pengabdian kaum santri untuk negeri menuju Indonesia yang kuat, berdaulat, dan segera diberi keselamatan dari pandemi Covid-19.

Hari Santri diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Peringatan tersebut dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober merujuk pada Fatwa dan Resolusi Jihad KH Muhammad Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 ketika berupaya menghalau penjajahan kembali oleh Belanda.

Dalam peristiwa tersebut, para laskar dan pejuang santri berperan besar dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini santri melalui gemblengan lembaga pendidikan pondok pesantren terus mengisi dan menggerakkan pembangunan, benteng moral bangsa, serta potret Islam ramah di tengah gempuran modernisasi asing dan perkembangan teknologi.   

Dalam pernyataan resmi PBNU menegaskan para santri terbukti efektif menjadi penggerak pembangunan yang mendinamisasi kehidupan masyarakat sekaligus mampu bertindak sebagai penjaga persatuan dalam kebinekaan yang harmonis. Santri hari ini dan Santri di masa yang akan datang harus mampu menjawab tantangan zaman.

Santri diharapkan mampu memenangkan pertarungan global, mengambil peran strategis dan mendedikasikan diri untuk senantiasa siap berkorban dan memiliki kecintaan terhadap tanah air yang tinggi serta mampu mewujudkan kemandirian Indonesia dengan daya saing yang tinggi.

Dalam konteks Indonesia dan dunia saat menghadapi pandemi ini, santri harus mengambil peran untuk berjihad memberikan sumbangsih terbaiknya untuk membantu menaggulangi wabah covid-19. Jihad hari ini adalah bersatu melawan wabah agar kita semua diberi keselamatan dan kesehatan, sehingga ”Santri Sehat, Indonesia Kuat” menjadi visi bersama untuk mengabdi pada Negeri, membangun, menjaga, dan merawat Ibu Pertiwi.

Sementara itu, Ketua PCINU Jepang, Miftakhul Huda mengatakan dalam Gebyar Hari Santri kali ini, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang akan menggelar beberapa agenda. Selain perlombaan juga akan diadakan ‘'Jepang Bershalawat'’ pada Ahad 22 November 2020. Agenda Jepang Bershalawat sudah menjadi tradisi rutin selama beberapa tahun terakhir. "PCINU Jepang dalam rangka memperingati HSN akan melaksanakan beberapa kegiatan, seperti lomba-lomba dan Jepang Bershalawat," kata Huda sebagaimana dilansir laman nu.or.id.

 Huda menyampaikan kegiatan Jepang bershalawat, kali ini, bertepatan dengan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Saw. Adapun lomba-lomba di antaranya lomba azan, kaligrafi, MTQ, shalawat dan doodle-art Santri Sakura. "Insya Allah mohon doanya, semoga lancar. Kami juga mengundang Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur secara online, di hadapan para jamaah yang akan berkumpul dari berbagai wilayah di Jepang," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X