Ini Aneka Ta'zir yang Ada di Pondok Pesantren, dari Menguras Jamban hingga Hancurkan Barang Sendiri

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:18 WIB
Santri menghancurkan barang sendiri. (foto: all santri)
Santri menghancurkan barang sendiri. (foto: all santri)

suaramerdeka.com - Berbicara tentang pesantren, ada hal yang sangat melekat dengan pesantren selain pendidikan berbasis Islamnya loh? wah apa ya kira-kira?

Ini dia 'ta'zir'. Taukah kamu apa itu ta'zir?

Ta'zir berasal dari bahasa arab yaitu "az-zara" yang berarti menolak atau mencegah.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi, Presiden Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Menjunjung Semangat Kepedulian

Nah, di pesantren ta'zir dimaknai sebagai hukuman bagi santri yang melanggar.

Hukuman ini dapat berupa hukuman yang bersifat menambah pengetahuan santri, mendidik  moral hingga mental loh.

Banyak sekali bentuk-bentuk hukuman yang diterapkan oleh pengurus pondok pesantren kepada para santrinya, nah berikut ini adalah rangkuman dari beberapa bentuk ta'zir yang diberlakukan kepada santri di pondok pesantren:

Baca Juga: MPR Berencana Lahirkan PPHN, Proses Penyusunan dan Penetapan Harus Inklusif

1. Membersihkan Lingkungan Pondok

Ta'zir ini terbilang cukup ringan. Biasnya ta'zir membersihkan lingkungan pondok ini berlaku bagi santri yang melanggar pelanggaran ringan.

Seperti halnya terlambat menghadiri jadwal ngaji kitab atau membolos tidak mengikuti kegiatan pondok.

Biasanya santri yang mendapat ta'zir ini diminta untuk membesihkan lingkungan pondok dari sampah-sampah yang berserakan, membersihkan selokan, hingga menguras bak mandi umum dan jamban.

2. Membaca Alquran atau Kitab-kitab Tertentu

Ta'zir satu ini biasanya diberlakukan bagi santri yang melakukan pelanggaran yang sifatnya melanggar kegiatan wajib keagamaan seperti, shalat berjamaah, ketahuan  mokak (membatakan puasa dengan sengaja), mengumpet saat acara pengajian dan masih banyak lagi.

Biasanya santri diminta untuk membaca kitab-kitab tertentu, membaca beberapa juz Alquran atau menghafal beberapa surat yang ditentukan oleh pengurus pondok.

3. Memakai Pakaian Khusus

Masih dalam kategori yang terbilang cukup ringan, ta'zir ini mengharuskan santri yang melanggar mengenakan pakaian khusus yang harus dipakai selama kurun waktu tertentu selama menjalani aktivitas di pondok.

Pakaian khusus ini unik-unik loh, biasanya berupa pakaian dengan warna mencolok, seperti: rompi tahanan, pakaian dengan warna berbeda di dua sisi.
 
4. Membanting Barang yang Dilarang

Di dalam pondok, khususnya pondok salaf, biasanya santri dilarang keras membawa barang-barang elktronik seperti pemutar musik dan gaway.

Bila santri didapati membawa barang-barang yang dilarang tersebut ia akan dikenai hukuman.

Yakni membanting atau menghancurkan dengan tangannya sendiri barang yang dia bawa.

Biasanya dalam proses membanting atau mengahncurkan barang yang dilarang ini sembari dipertontonkan di depan santri-santri di pondok pesantren.

Hal ini dilakukan agar dapat menimbulkan efek jera bagi santri yang melanggar.

5. Dipertontonkan di Lapangan kepada Santri

Ta'zir ini biasanya dilakukan kepada santri yang dinilai telah melakukan pelanggaran berat.

Pelanggaran-pelanggaran berat itu seperti; kabur dari pondok, berkelahi, mengambil yang bukan haknya.

Santri yang melakukan pelanggaran ini biasanya akan dipertontonkan di depan santri-santri di pondok.

Ia akan dipakaikan atribut bertuliskan pelanggaran yang dia lakukan yang dikalungkan di lehernya.

Nah itu tadi adalah macam-macam ta'zir yang ada di pondok pesantren.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Takbir Panik Warga Menggema

Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:28 WIB
X