Terorisme Masih Ancaman Besar, Bahaya Jika Densus 88 Dibubarkan

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:48 WIB
Moh Nururuzzaman. (suaramerdeka.com / dok)
Moh Nururuzzaman. (suaramerdeka.com / dok)

Nuruzzaman mengatakan, alasan Fadli Zon mengusulkan pembubaran Densus 88 lantaran adanya Islamphobia juga sangat berlebihan.

Justru GP Ansor melihat, dari waktu ke waktu Densus 88 Anti-teror Polri semakin humanis dalam bekerja. 

"Bahkan sudah banyak sekali mantan teroris yang selain kembali ke pangkuan NKRI juga menjalankan agamanya dengan baik dan benar. Ini terjadi karena aksi terorisme itu jelas menyimpang dari ajaran agama dan pendekatan yang dilakukan Densus 88 atau Polri  pun semakin humanis, sehingga mereka sadar,” tegas  Nuruzzaman.

Melihat fungsi strategis dari Densus 88 ini, GP Ansor akan terus mendukung penuh upaya Polri dalam menumpas aksi terorisme di Indonesia.

Selain menindak tegas para pelaku teror, Ansor juga mendorong Polri untuk meneruskan program deradikalisasi yang selama ini tengah berjalan bersama instansi terkait.

"Lewat cara ini, Ansor optimistis, potensi terorisme di Indonesia akan bisa ditekan. Di sisi lain, masyarakat juga akan terlindungi dan keamanannya makin terjamin,” kata Nuruzzaman.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X