Pelecehan, Gunakan Fasilitas Polri untuk Jalan-jalan

- Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:57 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Fasilitas negara - khususnya fasilitas Polri untuk penegakkan hukum - tidak boleh dipakai untuk main-main atau semacam jalan-jalan. Apalagi alat yang dipakai tersebut berfungsi cukup vital.

"Jadi jika polisi - khususnya Polda Kepulauan Riau - beralasan itu adalah joy flight, bukan pernyataan yang tepat," kata anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto, Selasa (20/10).

Seperti diketahui, pada Sabtu (17/10) lalu beredar video berdurasi 1 menit 28 detik. Dalam video itu, tampak sebuah helikopter berwarna putih dan biru baru, saja mendarat di sebuah lapangan terbuka di wilayah Bintan.

Tiga orang sipil kemudian keluar sambil tersenyum dan mengacungkan jempol. Sebelum video berakhir, terlihat seorang polisi berpakaian dinas lengkap menyambut ketiga penumpang.

"Karenanya, kalau polisi membuat alasan seperti itu (joy flight), maka ada sesuatu yang harus diperiksa lebih lanjut. Yaitu motif mengapa ada tiga warga yang tidak punya kepentingan apapun, naik helikopter polisi," ujarnya.

Bahkan menurutnya, kasus tersebut sebenarnya cukup serius. Karena helikopter tersebut dipakai untuk pengawasan.

"Kalau warga sipilnya tidak punya kepentingan apa-apa dengan alasan jalan-jalan naik helikopter polisi, itu sih sebenarnya sudah pelecehan. Jadi seakan-akan polisi sudah bisa dibayar oleh seorang pengusaha atau beberapa pengusaha, untuk meminjamkan fasilitas-fasilitas vitalnya untuk melakukan jalan-jalan," kritiknya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, apa yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri tersebut tidak berkepentingan dengan tugas kepolisian. "Sehingga kuat dugaan terjadi pelanggaran," tukasnya.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X