Jangan Terlalu Banyak Mikir Covid-19, RK sebut Bandung sudah Capai Kekebalan Komunal

- Senin, 18 Oktober 2021 | 17:37 WIB
Ridwan Kamil. (suaramerdeka.com / dok)
Ridwan Kamil. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Seiring dengan tren kasus yang mulai menurun dan aktivitas mulai menggeliat kembali, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut bahwa masyarakat sebaiknya tak lagi fokus menyoal Covid-19.

Lebih baik, katanya, mereka mulai melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan gairah dan memberikan manfaat daripada terkuras persoalan wabah.

"Mood masyarakat perlu diangkat supaya terus semangat dan produktif, tak lagi berpkir terlalu banyak tentang Covid-19 tapi lebih memikirkan beradaptasi dan tetap produktif setelahnya," katanya secara daring usai rakor penanganan Covid-19, Senin 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Jadi Kapten Timnas Badminton di Thomas Cup 2020, Ini Perjalanan Karir Hendra Setiawan

Atas aktivitas masyarakat yang mulai meriah, terutama Kota Bandung, RK menyebutnya sebagai konsekwensi level PPKM yang rendah.

Ada kebijakan pelonggaran sehingga memberikan kelonggaran bagi warga untuk berkegiatan.

Selain itu, merujuk pada data, ibukota Jabar itu cenderung sudah menuju kepada kekebalan komunal (herd immunity) mengingat vaksinasi yang dilakukan sudah mencapai 90 persenan.

Baca Juga: Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Lebih dari itu, pihaknya memastikan kerumunan di sejumlah lokasi keramaian seperti rumah makan tetap mendapat pengawasan.

Berdasarkan indeks kedisiplinan, RK pun menyebut bahwa belum ada yang dikhawatirkan dari tren mobilitas warga itu.

"Berdasarkan aplikasi yang kita miliki untuk monitoring, tingkat kedisiplinan dalam memakai masker itu mencapai 91 persen. Demikian pula jaga jarak, angkanya 89 persen," jelas mantan Walikota Bandung.

Dengan indikasi tersebut, Emil tak terlalu mengkhawatirkan situasi tersebut di lapangan. Sinyal pemantauan lainnya pun, katanya, masih normal.

Baca Juga: Informasi Terbaru Hasil SKD CPNS 2021 Seluruh Kementerian, Simak Jadwalnya Lengkapnya!

Tingkat keterisian di rumah sakit (bed occupancy rate), tegasnya, angkanya berada di level terendah yakni 3,1 persen.

"Kami juga mempunyai pengalaman menghadapi varian Delta. Jadi kemungkinan laporan pemakaian masker dan jaga jarak kendor itu berada di porsi yang teramati di level 9 persen," katanya.

Untuk itu, RK mengingatkan masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan. Baginya, itu menjadi kunci dalam menghadapi pandemi yang belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga: Viral di TikTok, Stefan William Kepergok Jalan dengan Wanita Lain, Selingkuh?

Demikian pula ketentuan tes swab dan antigen dalam mengikuti kegiatan.

"Swab itu mayoritas untuk kegiatan perkantoran, pemerintahan, sehingga tamu yang berkunjung dilakukan pengetatan terhadap prokes dengan memperlihatkan surat antigen, sedangkan untuk sertifikat vaksin itu lebih kepada ruang publik seperti mal, pariwisata, pertokoan, dan event-event, termasuk dengan memaksimalkan aplikasi pedulilindungi di seluruh wilayah publik," katanya Ridwan Kamil.

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X