Produksi Pertamax di Kilang Cilacap Meningkat

Biro Banyumas
- Jumat, 16 Oktober 2020 | 18:18 WIB
Kilang RFCC Pertamina RU IV Cilacap. (suaramerdeka.com/istimewa)
Kilang RFCC Pertamina RU IV Cilacap. (suaramerdeka.com/istimewa)

CILACAP, suaramerdeka.com – Produksi BBM jenis Pertamax di kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap setiap tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu menjadi indikator positif penggunaan BBM ramah lingkungan oleh masyarakat.

Data produksi dan pengapalan (lifting) Pertamax di kilang Cilacap menunjukkan grafik kenaikan. Pada September 2020, produksi Pertamax tercatat 1.445 ribu barrel (MB), naik dari catatan 1.127 ribu barrel (MB) pada September 2019.

"Sedangkan untuk lifting pada September 2020 sebanyak 1.513 MB naik dari 1.227 MB pada September 2019," kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan.

Hatim menilai data tersebut bisa menjadi bukti naiknya kesadaran masyarakat menggunakan BBM ramah lingkungan. Itu selaras dengan semangat Pertamina RU IV Cilacap untuk menjadi perusahaan energi yang efisien dan ramah lingkungan.

"Kilang RFCC menjadi pelopor kilang modern Pertamina yang ramah lingkungan dan terus meningkatkan standar produknya setara Euro 4, atau Euro 3. Ini terus berlanjut dengan hadirnya Kilang Langit Biru Cilacap dan saat ini yang sedang berlangsung proyek kilang RDMP," ujarnya.

Dia menjelaskan, Pertamax mulai diluncurkan pertama kali pada 10 Desember 1999, menggantikan Premix 1994 dan Super TT 1998 yang mengandung unsur Methyl Tertra Butyl Ether (MTBE) yang kurang ramah lingkungan.

Berstandar Internasional

Pertamax mengandung Oktan 92 berstandar internasional untuk kendaraan bermotor. Produksi Pertamax saat ini dilakukan di 3 kilang Pertamina, yakni di RU III Plaju, RU IV Cilacap, dan RU VI Balongan.

Masih menurut Hatim, kilang RFCC pertama kali memproduksi Pertamax pada 2016. "Saat ini Pertamax diproduksi dengan mencampur produk dari Platformate & Gasoline RFCC," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Biro Banyumas

Terkini

X