Pesan Berantai soal Gelombang Panas di Indonesia, BMKG Beri Penjelasan Ini

- Senin, 18 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Cuaca cerah.
Cuaca cerah.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi pesan berantai yang beredar diberbagai platform media sosial, dan whatsapp bahwa gelombang panas kini melanda Negara Indonesia.

Disebutkan bahwa gelombang panas itu berimbas pada cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

Berita yang beredar ini ditegaskan BMKG, tidak tepat dan tidak benar (hoaks), karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

BMKG menjelaskan gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada Lintang menengah dan tinggi.

Baca Juga: Strategi PLN Sukses Dongkrak Konsumsi Listrik Nasional, Catat Rekor Tertinggi

Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Dalam ilmu cuaca dan iklim, gelombang panas didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik.

Misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

Baca Juga: Ternyata 10 Idol Kpop Ganteng ini Merupakan Mantan Atlet

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X