Umrah untuk Indonesia Kembali Dibuka, Hal-hal Ini Masih Jadi Kendala

- Senin, 18 Oktober 2021 | 11:12 WIB
Jamaah umrah Arbani. (suaramerdeka.com / dok)
Jamaah umrah Arbani. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam jumpa pers virtual menyatakan, bahwa Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Arab Saudi perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah Indonesia.

Pernyataan tersebut menjadi kabar baik bagi calon jamaah umrah asal Indonesia yang keberangkatannya sudah tertunda sekian lama akibat pandemi Covid-19.

Namun untuk bisa sampai ke negeri Raja Salman tersebut, selain harus mematuhi Protokol Kesehatan, calon jamaah umrah juga harus memenuhi beberapa persyaratan.

"Calon jamaah umroh membutuhkan tambahan waktu setidaknya 10 hari untuk karantina sebelum dan sesudah ibadah. Hal ini berarti bahwa perjalanan umroh saat pandemi akan memakan waktu sekitar 19-20 hari," kata Direktur Arbani, Bayu Jalar Prayogo, dalam wawancara via telpon dengan suaramerdeka.com.

Baca Juga: Indonesia Juara Piala Thomas, Jonathan Christie: Ini untuk Seluruh Rakyat

Bayu juga menjelaskan mengenai tambahan biaya yang harus ditanggung calon jamaah, seperti biaya untuk karantina dan swab.

"Biaya karantina sekitar 1 juta/hari di hotel-hotel yang ditunjuk oleh Satgas Covid", terangnya.

"Selain kewajiban karantina dan tambahan biaya, umroh di tengah pandemi juga harus mematuhi persyaratan maksimal usia, yaitu 60 tahun, sedangkan jamaah dari Indonesia sebagian besar adalah mereka yang sudah berusia lanjut," tambah Bayu.

Sebagai Penyedia Perjalanan Haji dan Umroh, Bayu mengimbau calon jamaah untuk tetap bersabar dan berharap pendemi segera berakhir agar jamaah umrah bisa beribadah dengan tenang dan nyaman.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X