Pimpinan BUMN Diminta Bangun Profesionalisme, Lebih Berani dalam Berkompetisi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 08:12 WIB
Presiden Joko Widodo bertemu dengan para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. (Setneg.go.id)
Presiden Joko Widodo bertemu dengan para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. (Setneg.go.id)

MANGGARAI BARAT, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada para direktur utama BUMN tentang pentingnya membangun profesionalisme dan nilai-nilai dasar di dalam diri para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Para pimpinan BUMN juga diminta Presiden Joko Widodo lebih berani dalam berkompetisi dan mengambil risiko agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan para direktur utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan agar BUMN dapat membangun kultur kerja yang lebih sederhana, tidak bertele-tele hingga mempersulit dalam hal pelayanan kepada konsumen.

Baca Juga: Serial Drama Hometown Chachacha Berhasil Pertahankan Rating Tertinggi Hingga Episode Akhir

Contohnya dalam hal perizinan, di mana Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa terdapat 259 naskah perizinan dengan nama berbeda tetapi maksud di dalam surat tersebut sama.

“Waktu yang diperlukan mencari izin itu bisa tiga tahun, empat tahun, lima tahun, enam tahun, tujuh tahun. Ada yang tujuh tahun mengadu ke saya. Nah, seperti ini yang harus dipangkas, enggak boleh misalnya di PLN sampai bertele-tele itu. Enggak bisa lagi,” Ungkapnya sebagaimana dari laman setneg.go.id

Alur kerja pemerintahan yang kompleks Ia tekankan untuk tidak diterapkan di BUMN. Menurutnya kompleksnya birokrasi akan berpengaruh terhadap investasi di Indonesia.

Baca Juga: Pemkot Magelang Terima Piagam WTP, Wali Kota: Mudah-mudahan Kami Bisa Mempertahankan

“Siapa yang mau investasi kalau berbelit-belit seperti itu? Sudah di kementeriannya berbelit-belit, di daerahnya berbelit-belit, masuk ke BUMN-nya berbelit-belit lagi. Lari semua,” tutur Presiden RI itu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X