Konservasi Sastra Lisan Perlu dilakukan untuk Berikan Deskripsi yang Utuh

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:59 WIB
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yani Paryono. (Dok. Kemendikbud)
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yani Paryono. (Dok. Kemendikbud)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan konservasi sastra lisan, salah satunya adalah seni tradisi lisan Becampak.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan yang mendukung upaya pelindungan sastra, konservasi dilakukan sebagai kelanjutan dari pemetaan dan kajian vitalitas.

"Konservasi sastra dilakukan baik untuk objek sastra lisan, manuskrip, maupun sastra cetak. Konservasi sastra lisan perlu dilakukan untuk memberikan deskripsi yang utuh mengenai sastra lisan yang telah dipetakan dan dikaji vitalitasnya," ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yani Paryono kepada wartawan, Minggu 17 Oktober 2021.

Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa merumuskan lima program utama untuk mewujudkan pelindungan bahasa dan sastra, yakni pemetaan, kajian vitalitas, konservasi, revitalisasi, serta registrasi bahasa dan sastra.

Baca Juga: Rektor UWM: Lulusan Masa Pandemi Harus Adaptif Teknologi

Hal tersebut tersirat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis, pengembangan, dan pelindungan bahasa dan sastra.

Yani menjelaskan bahwa pelaksanaan konservasi sastra lisan bertujuan untuk memperoleh deksripsi secara utuh mengenai objek sastra lisan yang telah ditentukan. Konservasi sastra lisan diharapkan dapat menghasilkan data sastra lisan berupa deskripsi utuh meliputi struktur (teks, konteks, dan co-text).

"Dan nilai dalam sastra lisan, data diri dan kondisi penutur termasuk proses pewarisan/ pembelajarannya, serta kondisi lingkungan wilayah tutur sastra tersebut, hasil rekaman audio visual pertunjukan sastra lisan dalam kondisi sealamiah mungkin seperti pada umumnya sastra lisan itu dituturkan, dan rekomendasi yang berisi tindakan-tindakan penyelamatan yang perlu dilakukan sebagai tindakan lanjutan dari konservasi, misalnya revitalisasi," jelasnya.

Baca Juga: Masyarakat Perlu Edukasi, Aparat Harus Terus Razia Pinjol Ilegal

Kegiatan ini, disampaikan Yani berupa wawancara dan perekaman sastra lisan di lingkungan asli sastra lisan. Koordinasi dilakukan beberapa kali karena keadaan wilayah sastra lisan jauh, penutur yang sudah tua, dan keadaan DP yang sulit mendapatkan sinyal.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X