Jokowi Ingin BUMN Berani Berkompetisi, Fahri Hamzah: Saya Heran Mimpi Itu Tidak Terwujud

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:14 WIB
Politisi Fahri Hamzah. Dokumentasi: akun twitter pribadi @Fahrihamzah
Politisi Fahri Hamzah. Dokumentasi: akun twitter pribadi @Fahrihamzah

SUARAMERDEKA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa sekarang ini BUMN terlalu sering mendapatkan proteksi sampai akhirnya membuat mereka tak berani berkompetisi.

“Berkompetisi tidak berani, bersaing tidak berani, mengambil resiko tidak berani," ungkap Presiden saat memberi arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu.

Karena BUMN yang terlalu sering diproteksi, Jokowi mengungkapkan pada akhirnya perlu diberi suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Baca Juga: Mardani Ali Sera: Pemindahan Ibu Kota Negara Tidak Menyelesaikan Masalah

“Sehingga kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN terlalu sering kita proteksi, sakit, tambahin PMN (Penyertaan Modal Negara), sakit, kita suntik PMN. Maaf telalu enak sekali,” ucap Presiden Jokowi dikutip dari pikiran-rakyat.com, Sabtu 16 Oktober 2021.

Presiden Jokowi juga menanyakan bagaimana cara profesionalisme BUMN mampu dijalankan jika terus seperti itu.

Kritikan Presiden Jokowi ini menuai tanggapan dari salah satu politisi ternama Indonesia, Fahri Hamzah.

Baca Juga: Berhasil Turunkan Kasus Covid-19, Ini Skema Pemerintah Hadapi Gelombang Tiga Covid-19

Melalui akun twitter pribadinya, Fahri Hamzah menanggapi hal tersebut.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X