Tanah untuk Tol Solo – Yogyakarta Mulai Dipublikasikan

Andika
- Sabtu, 10 Oktober 2020 | 04:39 WIB
Anton jumantoro, Kepala Kantor Pertanahan Karanganyar. (suaramerdeka.com / Joko Dwi Hastanto)
Anton jumantoro, Kepala Kantor Pertanahan Karanganyar. (suaramerdeka.com / Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Tanah untuk keperluan jalan tol Solo-Yogyakarta sebanyak 20 bidang seluas 1,1 hektare yang menjadi bagian Karanganyar mulai dipublikasikan untuk memastikan kepemilikan tanah tersebut benar-benar sesuai.

"Waktunya sampai 15 Oktober dan jika setelah waktu itu tidak ada yang menyanggah akan diserahkan ke panitia untuk dimulai appraisal harga pembebasan. Jika disepakati maka harga tanah ditetapkan dan akan dibayarkan pada pemilik tanah untuk segera dimulai proyek tersebut," kata Anton Jumantoro Kepala Kantor Pertanahan Karanganyar, Jumat.

Menurutnya, bagian Karanganyar paling kecil dibandingkan dengan Boylolali, Klaten ataupun Sleman dan Yogyakarta sendiri. Namun sangat strategis meski hanya 20-an bidang saja, sebab menjadi tempat awal mula persambungan (interkoneksi) antara tol Solo-Semarang dengan tol Solo-Yogyakarta.

Bisa jadi di situlah awal proyek tol tersebut, tempat ground breaking proyek prestisius itu. Yakni di Ngasem yang menjadi awal to dan tersambung dengan tol saat ini, yakni tol Solo-Semarang di perlintasan Ngasem. Karena posisinya yang sangat strategis itu menjadikan pembebasan itu tolok ukur bagi keberhasilan pembebasan tersebut. Kebetulan pula dari 20 bidang itu ada lima bidang milik desa atau tanah kas desa, dan sisanya yang 15 bidang milik pribadi.

Termasuk di dalamnya satu bidang milik pondok pesantren yang meminta pembebasan sekalian sisa tanah yang luasnya 1.000 meteran. Jika sisa tanahnya di bawah 100-an meter sebetulnya bisa kami minta disatukan sekalian. Tapi karena 1.000-an meter, kami konsultasikan ke yang punya uang PT Jasa Marga. Ini masih menunggu jawaban.

Jika lancar, akhir tahun sudah selesai pembebasan sehingga seterusnya terserah pada pemilik proyek untuk memulai. Tanah yang akan dipakai sudah tersedia dan siap karena proses pembebasan sudah selesai. Dalam kesempatan itu  Anton juga mengatakan, pihaknya juga sudah menyelesaikan pembayaran tahap II untuk pembebasan tanah yang akan digunakan Waduk Jlantah di Jatiyoso sebanyak 61 bidang dari 350-an bidang yang akan dibebaskan.

Pembayaran tahap II itu berjalan lancar danhanya tiga orang yang tertunda karena pemilik tanah meninggal dan belum membuat surat hak waris ke anak-anaknya, sehingga masih menunggu masa duka lewat. Selain itu satu bidang sertifikat tanahnya ada di bank plecit dan ini harus dibebaskan dulu untuk diserahkan ke Kantor Pertanahan untuk menerima ganti rugi.

Editor: Andika

Terkini

X