Peningkatan Produktivitas Pangan: Perluasan Lahan Bukan Jaminan

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Petani di tengah sawah.  (ANTARA/Pradipta Kurniawan Syah)
Petani di tengah sawah. (ANTARA/Pradipta Kurniawan Syah)

Untuk itu, pemerintah sebaiknya tidak mengulang kesalahan dengan menciptakan program pencetakan sawah secara masif.

Pengalaman Proyek Pengembangan Lahan Gambut Satu Juta Hektare di Kalimantan Tengah yang pernah dilakukan di bawah pemerintahan Presiden Soeharto menunjukkan bahwa lahan gambut tidak cocok untuk padi.

Pengolahan lahan gambut juga membawa risiko lingkungan yang besar akibat pelepasan karbon ke udara sehingga akan memperparah perubahan iklim.

“Saat itu yang terjadi malah gagal panen dan kerugian besar karena sudah mendatangkan para transmigran dari Jawa untuk mengolah lahan yang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan,” jelas Felippa.

Pemerintah sebaiknya memperkuat produksi pangan yang ada dengan mendukung riset dan inovasi asupan dan teknologi pertanian serta meningkatkan kapasitas petani agar lebih produktif, termasuk melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Penelitian CIPS merekomendasikan peningkatan produktivitas lahan maupun tenaga kerja melalui penggunaan bibit unggul, peningkatan akses pada pupuk, penanganan serangan hama/Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan penggunaan alat mesin pertanian atau mekanisasi.

Selain itu, juga dapat dilakukan perbaikan teknik budidaya, perbaikan dan perluasan jaringan irigasi, modifikasi cuaca untuk mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X