Hari Jadi Kabupaten Tangerang dalam Goresan Babad Diponegoro

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:37 WIB
Ilustrasi Pangeran Diponegoro. (foto: mediapakuan.pikiran-rakyat.com)
Ilustrasi Pangeran Diponegoro. (foto: mediapakuan.pikiran-rakyat.com)

Berdasaran keterangan tertulisnya pada Kamis, 14 Oktober 2021, budayawan sekaligus Pemangku Adat di Balai Adat Keariaan Tangerang itu menjelaskan secara rinci kisah perjuangan para bangsawan Sumedang dan Sunda saat itu.

Baca Juga: Suksesi Pura Mangkunegaran, Sejarawan UNS : Pewaris Tahta dari Adik, Anak, Cucu, Sampai Menantu

Data menyebutkan, perjuangan itu dipimpin oleh Dipati Ukur, menantu dari Prabu Geusan Ulun Raja Sumedang bersama para bangsawan di Jawa Barat.

Data dari sejarah Tangerang Banten, sosok yang bergabung dalam perjuangan tersebut sering disebut Paririmbon Ka-aria-an Parahyang.

Mereka adalah 3 Pangeran Sumedang, cucu Raja Sumedang Prabu Geusan Ulun, 3 keponakan Dipati Ukur yang berdarah Sumedan-Banten.

Baca Juga: Buntut Bicara Kasar ke Kakek Suhud, Subscriber Youtube Baim Wong Terus Menurun

Tiga sosok inilah yang pada akhirnya disebut sebagai Tiga Raksa (kini menjadi salah satu nama kecamatan di Kabupaten Tangerang).

Para Tiga Raksa pemimpin Tangerang kala itu bergabung dengan pasukan Mataram saat menyerang VOC di Batavia. Lantas, ketiganya kemudian menjadi pejabat di Kesultanan Banten

Ketiga sosok tersebut adalah:

1. Pangeran Suriadiwangsa II / Raden Aria Kartajiwa bin Pangeran Rangga Gempol / R. Suriadiwangsa bin Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X