Edelman Trust Barometer: Kepercayaan Masyarakat pada Jurnalisme Meningkat

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
Dirjen IKP Kemenkominfo, Usman Kansong, S.Sos, M.Si (kanan) menyampaikan materi saat acara Sarasehan Mabes TNI AD Pusat Teritorial dengan Media 2021 di Hotel Horison Ultima Bekasi, Jawa Barat. (Foto/Siswo Ariwibowo)
Dirjen IKP Kemenkominfo, Usman Kansong, S.Sos, M.Si (kanan) menyampaikan materi saat acara Sarasehan Mabes TNI AD Pusat Teritorial dengan Media 2021 di Hotel Horison Ultima Bekasi, Jawa Barat. (Foto/Siswo Ariwibowo)

BEKASI, suaramerdeka.com - Sebuah laporan dari lembaga Edelman Trust Barometer menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat secara global pada jurnalisme semakin meningkat.

Sebaliknya, kepercayaan masyarakat pada media sosial maupun hasil mesin pencari semakin menurun. Fenomena ini terjadi tidak hanya di luar negeri, tetapi juga di Indonesia.

Hal itu disampaikan Dirjen IKP Kemenkominfo, Usman Kansong, S.Sos, M.Si saat menjadi narasumber di acara Sarasehan Mabes TNI AD Pusar Teritorial dengan Media 2021 di Hotel Horison Ultima Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kota Pekalongan Solid Bergerak dan Satu Komando

"Menurut laporan Edelman Trust Barometer, kepercayaan masyarakat pada jurnalisme dan institusi semakin meningkat. Namun, kepercayaan pada media sosial dan hasil mesin pencari semakin menurun," kata Usman Kansong, Rabu 13 Oktober 2020.

Selain Usman Kansong, terdapat narasumber lain seperti, Ketua Dewan Pers Prof Dr KH Mohammad Nuh, DEA.

Menurut Usman, fenomena itu tidak terlepas dari dunia pers yang telah menerapkan sistem redaksional dan kode etik yang baik.

Hal ini menjadi rujukan masyarakat untuk memilih dan memilah berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Usman mengatakan, tingkat jemerdekaan pers di Indonesia semakin baik. Hal itu mengacu pada sejumlah riset yang dilakukan sejumlah lembaga.

Misalnya, Dewan Pers pada tahun 2020. Indikator yang bisa dilihat dari Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) sebesar 75,27 persen dengan status cukup bebas dan tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Kemudian, penelitian Freedom House pada tahun 2020. Indikatornya Global Freedom Status sebesar 61/100 dengan status Partly Free.

"Memang pada tahun 2019 terjadi penurunan global namun, Indonesia tetap tertinggi di ASEAN," terangnya.

Selanjutnya, Freedom House pada tahun 2020. Indikatornya dari Internet Freedom Status sebesar 49/100 dengan status Partly Free.

Indonesia menduduki peringkat ketiga di bawah negara Filipina dan Malaysia

Kemudian, Repoters Withoult Borders (RSF) pada tahun 2020, dengan Indikator Worl Press Freedom Index sebesar 119.

Baca Juga: Buntut Bicara Kasar ke kakek Suhud, Subscriber Youtube Baim Wong Terus Menurun

Angka ini naik 5 peringkat dari 124 di Tahun 2019, peringkat kedua setelah Malaysia (101)

"Dalam lima tahun berturut-turut, hasil survei IKP menunjukkan tren peningkatan nilai," imbuhnya.

Sejumlah delegasi ikut dalam acara tersebut, seperti Kodam Jayakarta, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya dan lainnya.

Turut hadir di acara tersebut, Wadan Pusterad Mayjen TNI Alfret Denny, Kapok Sahli Pangdam Jaya, Brigjen TNI Yovensius.

Selanjutnya, Kapendam Jaya, Kolonel Arh Herwin BS, Wakapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Muchlis Gasim SH MSi, Pasi Wanwil Rem 051, Mayor Inf Edi Sisworo dan sejumlah lainnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X