Nekat Berpergian saat Libur Maulid Nabi, Sanksi Disiplin ASN Menanti, Terkecuali Kondisi Ini

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:59 WIB
ASN (foto: cirebon.pikiran-rakyat.com)
ASN (foto: cirebon.pikiran-rakyat.com)

SUARAMERDEKA.COM – Sanksi displin akan diberlakukan kepada ASN termasuk PNS yang nekat berpergian saat Libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sanksi disiplin bagi ASN termasuk PNS yang melanggar aturan dengan tetap berlibur telah dirilis pihak Kemenpan RB.

Aturan ini membatasi mobilitas para abdi negara (ASN atau PNS) agar tetap tidak terkena sanksi disiplin saat libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Lestari Moerdijat: Amandemen UUD 1945 Mesti Lewati Kajian dan Uji Publik Mendalam

Pelarangan ini telah tertuang dalam SE Menpan RB No. 13/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti bagi Pegawai ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kemenpan RB juga telah menginstruksikan PPK agar melaporkan pelaksanaan SE tersebut kepada Menteri PANRB terkait hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Keterangan tersebut berlaku paling lambat tiga hari kerja sejak tanggal libur nasional, tepatnya tanggal 18 hingga 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Penanganan Pandemi Membaik, BEI Catat Rekor Antusiasme Masyarakat ke Pasar Modal Meninggi

Laporan tersebut dapat diakses lewat portal lamans.id/larangan bepergianASN.

Tjahjo Kumolo, selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan jika ASN termasuk PNS di dalamnya dilarang ambil hak cuti.

Terlebih, jika ASN termasuk PNS mengambil cuti saat hari kejepit.

Baca Juga: Wow! ‘Squid Game’ Versi Nyata Bakal Digelar di Abu Dhabi

Pelarangan cuti bagi ASN di hari kejepit ini merupakan wujud penindaklanjutan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan semua pihak fokus untuk patuh pada penanganan pandemi Covid-19.

Namun, larangan aktivitas berpergian bagi ASN dan PNS ini dapat dikecualikan untuk ASN yang bekerja sekaligus tinggal dalam satu wilayah aglomerasi tugas kedinasan kantor.

Pengecualian lainnya juga berlaku bagi ASN yang dalam keadaan darurat perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan telah mendapatkan izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansinya.

Baca Juga: Identitas Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Grobogan Terungkap

Selain itu, bagi ASN yang sedang melaksanakan tugas dinas berdasarkan surat tugas dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) atau Kepala Kantor Satuan Kerja, pengecualian ini juga berlaku.

"Jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan Selasa libur. Terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Nah ini dilarang. Cari cuti hari lain saja," pesan Tjahjo Kumolo.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X