Polisi Banting Mahasiswa di Tangerang Akhirnya Minta Maaf, Kasus Penyelidikan Tetap Jalan Terus

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:46 WIB
Viral video polisi banting mahasiswa saat demo di Kantor Bupati Tangerang. (Instagram @seputartangsel)
Viral video polisi banting mahasiswa saat demo di Kantor Bupati Tangerang. (Instagram @seputartangsel)


SUARAMERDEKA.COM – Sebuah video yang berisi aksi demo mahasiswa viral di media sosial Twitter.

Pasalnya bukan hanya merekam aksi demo, video tersebut juga memperlihatkan seorang oknum polisi yang membanting seorang mahasiswa.

Diketahui, oknum polisi berinisial NP membanting MFA (22), seorang mahasiswa yang terekam berada di lokasi kericuhan tersebut.

Video yang diunggah oleh akun @KontraS tersebut ramai oleh komentar warganet.

Baca Juga: Kabur dari Wisma Atlet, Selebgram Rachel Vennya Dibantu Oknum TNI

Banyak yang menyayangkan aksi polisi tersebut hingga muncul tagar #polisisesuaiprosedur.

Oknum polisi NP sudah meminta maaf kepada korban dan keluarganya atas insiden tersebut.

“Oknum NP sudah meminta maaf kepada MFA dan orang tua MFA, tindakan tersebut bersifat refleks dan tidak berniat untuk mencelakai yang bersangkutan,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Polisi Wahyu Sri Bintoro, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Ini Sinopsis dan Fakta-fakta Menarik Film Dune, Kisahkan Marga Atreides

Wahyu menambahkan Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto berjanji kepada MFA dan keluarganya untuk menindak oknum NP secara tegas.

Dalam jumpa pers itu, Wahyu meminta maaf atas tindak kekerasan oknum NP. Pihak kepolisian juga telah meminta maaf secara pribadi kepada MFA.

MFA didampingi orang tuanya telah bertemu dengan Kapolda Banten. Irjen Rudy juga telah menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada MFA dan keluarganya.

MFA selaku korban telah buka suara dan menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja.

Baca Juga: Sejarah Singkat dan Isi Naskah Sumpah Pemuda, Kamu Masih Hapal?

Ia meminta pelaku tetap menjalani proses hukum, walaupun MFA telah menerima permohonan maaf dari NP.

Dalam video klarifikasi di media center Polresta Tangerang dan didampingi Wakapolres Tangeran AKBP Leonard Sinambela, MFA menegaskan bahwa pemberian maaf tidak berarti kasus penyelidikan atas kekerasan yang menimpa dirinya dihentikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung Pemkab Tangerang dalam perayaan HUT Kabupaten Tangerang ke-359, pada Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Terus Dijodohkan dengan Ariel Noah, Simak Fakta-fakta Menarik Dina Lorenza

Unjuk rasa tersebut memanas saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan dari mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat. Namun Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sedang tidak bisa ditemui.

Kapolresta Tangerang Kombes Polisi Wahyu Sri Bintoro menerangkan bahwa massa terus meminta untuk bertemu dengan Bupati Tangerang dan terjadi dorong-mendorong, sehingga pihak kepolisian mengamankan seseorang yang diduga provokator.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB

Gunung Semeru Meletus, Takbir Panik Warga Menggema

Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:28 WIB
X