Eks Anggota TKN Jokowi-Ma’ruf Jadi Ketua Timsel KPU, Pengamat Ragu Bisa Netral

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:30 WIB
Gedung KPU Pusat. (pikiran rakyat)
Gedung KPU Pusat. (pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Terpilihnya Juri Ardiantoro eks tim sukses Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi ketua tim seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 2022 – 2027 banyak menuai penolakan dari publik.

Pengamat politik digital Bambang Arianto berkomentar terpilihnya Juri Ardiantoro sebagai Ketua Seleksi KPU dan Bawaslu telah mengesampingkan prasyarat independensi, profesionalisme dan akuntabilitas.

"Jadi, diragukan bisa netral dalam bekerja. Menurut penentuan tim seleksi harus konsisten terhadap ketiga prasyarat utama tersebut," kata peneliti Institute for Digital Democracy (IDD) ini.

Selain itu, 11 nama yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, sebagai tim seleksi KPU dan Bawaslu lebih banyak merupakan representasi dari ormas tertentu.

Baca Juga: Silaturahmi, Fakultas Pertanian Unisri dan Balai Benih Tanaman Pangan Surakarta Ikat Kerja Sama

Jadi, ke depan potensi konflik kepentingan dengan para calon komisioner pasti ada.

"Artinya, bagaimana mungkin kita ingin membicarakan pemilu netral bila sejak pemilihan tim seleksi calon penyelenggara pemilu saja prasyarat independensi sudah dikesampingkan," kata dia.

Bahkan, mirisnya lagi penentuan ini terkesan terburu-buru sehingga tidak lagi memberikan “masa sanggah” kepada masyarakat agar bisa memberikan masukan dan catatan terhadap anggota tim seleksi.

Baca Juga: Kerja Jurnalistik adalah Kerja Kaki, Jangan Khawatir dengan Media Sosial

Padahal, masukan dari masyarakat terkait rekam jejak anggota tim seleksi itu sangat penting bagi terselenggaranya sebuah “proses” pemilu yang jujur, adil dan tentunya netral.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X