Sarana Desalinasi Air Laut di Labuan Bajo Dibangun, Perkuat Infrastruktur Pariwisata

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:48 WIB
Pembangunan fasilitas desalinasi air laut di Labuan Bajo. (suaramerdeka.com / dok)
Pembangunan fasilitas desalinasi air laut di Labuan Bajo. (suaramerdeka.com / dok)

LABUAN BAJO, suaramerdeka.com - Pembangunan fasilitas desalinasi air laut di Labuan Bajo terus dikebut guna memperkuat daya dukung infrastruktur wilayah pada sektor pariwisata. 

Fasilitas pemisahan air laut yang terletak di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo tersebut akan menjadi salah satu proyek infrastruktur utama di kawasan wisata superprioritas tersebut.

Pasalnya, saat ini ketersediaan air bersih yang layak konsumsi merupakan salah satu persoalan mendesak yang harus diselesaikan oleh pemerintah Labuan Bajo.

Dalam mendukung pembangunan fasilitas ini, BUMN Konstruksi PT Indra Karya (Persero) berkolaborasi dengan Bank Mandiri dengan memberi bantuan mencapai sebesar Rp 2,1 miliar.

Baca Juga: Silaturahmi, Fakultas Pertanian Unisri dan Balai Benih Tanaman Pangan Surakarta Ikat Kerja Sama

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, inisiatif kolaborasi antara Bank Mandiri dan Indra Karya ini merupakan sebuah tindakan nyata yang mengacu pada budaya kerja BUMN.

Yaitu AKHLAK (Amanah, Kolaboratif, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) guna mewujudkan masyarakat BUMN yang kian adaptif terhadap perkembangan terkini.

“Seiring dengan semangat BUMN untuk Indonesia, kami meyakini sinergi ini akan dapat mewujudkan Labuan Bajo yang lebih maju dan sejahtera sehingga semakin menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara."

"Hal ini juga menjadi konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung pembangunan Labuan Bajo yang telah dilakukan selama ini” kata Darmawan saat meresmikan fasilitas tersebut bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Dirut Indra Karya Milfan Rantawi.

Baca Juga: Kasus Polisi Banting Mahasiswa Demo, Netizen: Tidak Cukup Hanya Berakhir Minta Maaf

Di Labuan Bajo sendiri, Bank Mandiri telah melakukan sejumlah kegiatan sosial seperti pembangunan Dermaga Pulau Rinca dengan anggaran Rp 730 juta, pembangunan ruang kelas.

Kemudian, rumah guru SD Papagarang dengan nilai bantuan Rp 4 Miliar, pengadaan peralatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sejumlah Rp 280 juta, serta pembangunan infrastruktur sanitasi penanggulangan Covid-19 sejumlah Rp 380 juta.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X