Cakupan Masih Rendah, Menkes Minta Sumatera Barat Tingkatkan Vaksinasi Covid-19

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Setkab
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Setkab

PADANG, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar Sumatera Barat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19.

Pasalnya, Sumatera Barat merupakan satu dari tiga provinsi di Indonesia dengan tingkat cakupan vaksinasi Covid-19 yang rendah.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, per 10 Oktober 2021, dari total 4.408.509 sasaran vaksinasi di Sumatera Barat, baru 1.114.877 orang atau 25.29 persen yang sudah disuntik vaksin dosis pertama dan 568.327 orang atau 12.89 persen yang sudah mendapatkan dosis lengkap.

“Kalau saya lihat, di Sumatera Barat target yang divaksinasi ada 4,4 juta [orang], yang sudah divaksinasi dosis pertama 1,1 juta [orang], dosis kedua sekitar 560 ribu [orang]. Jadi saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi. Ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain,” ujar Menkes dalam kunjungan kerjanya.

Baca Juga: Uni Eropa Dorong Transformasikan Energi Fosil Jadi Energi Hijau

Serapan vaksinasi yang rendah, tak bisa dipungkiri salah satunya karena masih adanya keraguan, kekhawatiran bahkan ketakutan di tengah masyarakat mengenai vaksin Covid-19.

Padahal, pemberian vaksin Covid-19 memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan serta mencegah mutasi baru dari Covid-19.

Selain itu, vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada masyarakat sudah melalui serangkaian pengujian ketat, sehingga dipastikan aman, bermutu, dan berkhasiat.

Menurut Menkes, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menggenjot target vaksinasi dimulai dengan meyakinkan diri sendiri terhadap vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Teknologi Tepat Guna, Kunci Peternak Kambing Dapat Susu dengan Kualitas Terbaik

Langkah selanjutnya, meyakinkan orang terdekat seperti anggota keluarga, teman, tetangga dan masyarakat luas mengenai manfaat vaksinasi serta dampak dari pemberian vaksin Covid-19.

Menkes meyakini melalui metode ini, masyarakat akan bersedia divaksinasi setelah melihat orang-orang terdekatnya divaksin.

“Saya harapkan yang sudah divaksinasi mengajak orang-orang terdekatnya juga untuk divaksin, karena itu penting. Semakin banyak yang divaksin, makin naik antibodinya. Tingkat keparahan akan turun,” tuturnya.

Selain menggencarkan vaksinasi, Menkes juga berpesan agar kegiatan 3T (tracing, testing, dan treatment) serta penegakan protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) juga diperkuat sebagai bagian untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Vaksinasi dipercepat, prokes dijalankan, surveilans dipercepat, itu yang perlu kita siapkan sebelum Januari,” tandasnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Rapat Ini Jadi Penentu Lahirnya Sumpah Pemuda

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:25 WIB

Baznas Jateng Bantu Alat Dakwah Virtual

Senin, 25 Oktober 2021 | 04:56 WIB

Hadapi Pemilu 2024, Airlangga Hartarto Minta Doa Ulama

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28 WIB
X