Dukung Program Desa Wisata, Pakuwojo: Harus Keluar Zona Merah Endemi Malaria

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:40 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Menurutnya, Desa Pandanrejo memiliki potensi yang tinggi. Sehingga harus dapat dimaksimalkan dengan memperkuat konten promosi desa.

"Akan lebih banyak wisatawan yang datang dan berkunjung dan menggerakkan ekonomi serta membuka lapangan kerja," kata Sandiaga dalam keterangan, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Jurus Jitu, Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Dorong UMKM Bangkit

Di tempat yang sama. Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo), Zainal Arifin didampingi Kepala Desa Pandanrejo, Supandi yang juga mantan Ketua DPD Pakuwojo Purworejo mengaku mendukung program desa wisata.

Sebab, program tersebut sangat positif untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang belum digali.

"Ini sangat baik untuk membuka lapangan kerja di perdesaan dan perputaran perekonomian di desa wisata," kata Zainal Arifin.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah harus mendukung program desa wisata. Pasalnya, Dalam catatan badan kesehatan dunia WHO kawasan Desa Wisata Pandanrejo terutama Bukit Sebutrong, bukit Menoreh masuk zona merah endemi malaria.

Baca Juga: PON XX Papua: Atlet Terjun Payung Jateng Raih Emas

"Harus ada upaya represif dari Pemkab Purworejo mengatasi malaria. Sebab, para wisatawan asing (Wisman) cenderung menghindar atau tidak berkunjung ke tempat wisata zona merah endemi malaria," terangnya.

Zainal mengungkapkan jika dikembangkan sedemikian rupa kalau belum zona hijau endemi malaria, maka tempat pariwisata itu akan sepi pengunjung terutama Wisman.

"Meskipun belakangan kasus malaria sangat berkurang," ungkapnya.

Ia menuturkan, harus ada upaya menjaga sanitasasi atau kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Atlet Silat Jateng Buktikan Kehebatan di PON XX Papua, Raih Medali Emas di Kelas B Putra

Kemudian perlu dilakukan tindakan represif dengan larvasida dan pengasapan (fogging).

Ini bisa dilakukan di genangan air dan pohon yang bisa menjadi tempat nyamuk untuk bertelur.

"Upaya ini harus melibatkan para profesional di bidangnya. Penggunaan kelambu itu cara kuno, sudah ditinggalkan masyarakat, tuturnya.

Setelah dilakukan upaya represif, dikatakan Zainal, maka perlu dilakukan survei lingkungan. Didukung langkah penelitian di laboratorium. Hal ini untuk mengetahui tingkat penurunan endemi malaria.

Baca Juga: Optimalkan Sektor Ekonomi, Pariwisata Makin Perlu Disentuh Digitalisasi

"Apabila sudah di tingkat nol, maka hasil ini bisa menjadi rujukan ke tingkat provinsi hingga tingkat dunia," katanya.

Ia berharap, pemerintah daerah juga memperhatikan akses jalan menuju desa wisata. Sebab, jalan menuju gunung Gajah masih sangat terjal dan banyak kelokan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

"Jangka panjang, harus ada pelebaran jalan. Dan untuk mendukung desa wisata harus perlu pengembangan desa cantik dengan beragam tanaman buah. Sehingga wisatawan bisa memetik sendiri buah yang mereka inginkan," bebernya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X