Mayoritas Warga Bali Sudah Dapat Vaksin Dosis 1 dan 2, Gubernur: Sudah Cukup Tinggi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:36 WIB
Pertemuan Komisi II DPR RI dengan jajaran Pemprov Bali, di Ruang Rapat Wisma Sabha Utama, Komplek Kantor Gubernur Bali, Denpasar. (Humas Setkab/Rara)
Pertemuan Komisi II DPR RI dengan jajaran Pemprov Bali, di Ruang Rapat Wisma Sabha Utama, Komplek Kantor Gubernur Bali, Denpasar. (Humas Setkab/Rara)

DENPASAR, suaramerdeka.com - Mayoritas masyarakat di Bali telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per 12 Oktober 2021 cakupan vaksin dosis pertama di Bali telah mencapai 99,04 persen atau 3.372.294 orang sedangkan cakupan dosis kedua 83,06 persen atau 2.828.136 orang.

Bali penduduknya 4,3 juta. [Cakupan vaksinasi] 99 persen untuk suntik kesatu, sedangkan suntik yang kedua, mencapai 80 persen. Jadi sudah cukup tinggi,” ungkap Gubernur Bali I Wayan Koster. dalam pertemuan dengan Komisi II DPR RI, di Ruang Rapat Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, awal pekan ini.

Lebih jauh, Gubernur Bali mengungkapkan bahwa situasi pandemi Covid-19 di provinsi Bali juga terus membaik.

Baca Juga: Sambut Hari Listrik Nasional, Ini Cara Dapat Promo Tambah Daya dari PLN

“Kasus hariannya sekarang sudah konsisten di angka dua digit, di bawah 100. Pencapaian ini sudah berjalan tiga minggu, jadi cukup konsisten, stabil,” ujarnya.

Ditambahkan Wayan, tingkat kesembuhan secara akumulatif sudah mencapai 96 persen, sedangkan kasus aktif sekitar 700 orang.

“200 di antaranya ada di rumah sakit, sisanya ada di isolasi terpusat maupun sedikit ada di isolasi mandiri. Kondisi ini sudah baik,” ujarnya.

Gubernur Bali menambahkan, pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga sudah sesuai dengan target yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Baca Juga: Baim Wong Berbagi Uang ke Ojol di Depan Orang Tua yang Dimarahi, Netizen Kirim Pesan Ini

“Tingkat positivity rate itu sudah satu persen, jauh di bawah standar yang dikeluarkan WHO, yaitu maksimum lima persen,” paparnya.

Terkait, penerapan protokol kesehatan (prokes), Wayan menyampaikan bahwa sosialisasi prokes telah dilakukan hingga ke kampung-kampung.

“Menurut surveinya Kementerian Kesehatan, tertib melaksanakan prokes untuk pemakaian masker, Provinsi Bali itu tertinggi di Indonesia. Sekarang kalau ke kampung-kampung sulit ketemu orang yang tidak masker, dari anak-anak sampai orang tua,” ujarnya.

Seiring dengan membaiknya situasi pandemi, sejumlah pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat juga mulai dilakukan dengan tetap menerapkan protokol yang ketat dan dukungan aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Tidak Teratur, Ketahui 7 Hal Penyebabnya

“Kami sudah mulai melonggarkan aktivitas masyarakat untuk perekonomian, seperti mulai membuka mal, pasar swalayan, pasar-pasar lainnya, juga warung dengan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan prokes ketat. Kemudian hotel juga menerapkan standar CHSE,” ujar Gubernur Bali.

Terkait pembukaan penerbangan internasional yang akan dimulai pada Kamis 14 Oktob) lusa, Wayan menegaskan pihaknya sudah siap untuk menerima kedatangan wisatawan mancanegara yang telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah.

Wayan mengharapkan, dengan mulai dibukanya sejumlah kegiatan ini dapat menggeliatkan perekonomian di provinsi yang 56 persen bertumpu pada sektor pariwisata ini.

“Mudah-mudahan ekonomi Bali bisa segera pulih kembali setelah 1,5 tahun lebih menderita akibat pandemi Covid-19,” tandasnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X