Percepat Produksi Obat Remdesivir, Ini Alasan Luhut

- Senin, 28 September 2020 | 14:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Menko Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan meminta agar produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid 19, salah satunya adalah obat Remdesivir. Langkah ini untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid 19.

“Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,” tegas Menko Luhut kepada Dirut Bio Farma Honesti Basyir pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Obat Covid 19 di Jakarta, akhir pekan lalu

Menko Luhut demi kepentingan nasional, Bio Farma segera mengambil langkah cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan. “Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. Kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan,” kata Menko Luhut.

Baca juga: Siapkan Penyuntikan Massal, Luhut Minta Masyarakat Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Sementara Dirut Bio Farma Honesti mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Bio Farma telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi dalam negeri. “Ada dua cara yang kami lakukan yakni kita mengadakan kerja sama dengan India.  Sementara kita akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, Disamping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri,” ujarnya. 

Senada, Menkes Terawan setuju mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri. “Saya back up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN dan bersama dengan BPOM. Kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu,’’ kata Menkes.

Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk Remdesivir. “Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu,” ujarnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X