MUI Kritik Penggeseran Hari Libur Keagamaan, Stafsus Menag: MUI Semestinya Membantu Pemerintah

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:31 WIB
  Foto : Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo. (Dok. Kemenag RI)
Foto : Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo. (Dok. Kemenag RI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, mengkritik langkah pemerintah yang menggeser hari libur Maulid Nabi 2021.

Menurutnya, keputusan menggeser hari libur keagamaan untuk membatasi mobilitas warga sudah tidak relevan.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo mengatakan sejauh ini telah berhasil melakukan penanganan pandemi dengan baik.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Indonesia Bangkit dengan Peningkatan Ekonomi Pedesaan

Hal itu tidak terlepas dari upaya serius pemerintah dan dukungan kedisiplinan umat beragama di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Namun demikian, pandemi Covid-19 masih belum usai dan semua pihak masih harus terus waspada.

MUI sebagai salah satu ormas Islam semestinya turut serta membantu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi dan bukan malah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang potensial mengendorkan kedisiplinan umat sehingga kontraproduktif terhadap upaya kita bersama dalam memerangi Covid-19,” katanya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Kemenag dan Kemenkes Bahas Skema Data Jamaah Umrah pada Aplikasi PeduliLindungi

Menurutnya kebijakan ini sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah juga dilakukan perubahan pada hari libur peringatan tahun baru hijriyah.

Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021.

Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X