Catat! Orang Sakit dan Sehat Bermasker: Penularan Covid-19 1,5 Persen

- Sabtu, 26 September 2020 | 11:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Mantan Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Achmad Yurianto mengingatkan memakai masker yang baik dan bahan yang benar dan cara mengenakan masker juga baik dan benar sangat efektif untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Yuri yang Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  itu menegaskan masker menjadi salah satu cara ampuh untuk mencegah penularan Covid-19. Namun dengan catatan tidak sembarangan masker bisa dipakai, tapi harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian masker.

Achmad Yurianto menjelaskan tingkat risiko penularan Covid-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker. Yuri membagi potensi penularan ke dalam empat tingkatan. Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100  persen.

Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70 persen. Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen. Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5 persen.

Baca juga: Rekor Baru 4.634 Kasus! Angka Kematian Tembus 10.000

Untuk itu, Yuri mengingatkan masyarakat untuk memakai masker yang baik dan bahan yang benar. Ada 3 jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan msker kain. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.

"Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain," katanya.

Achmad Yurianto mengatakan masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff.Yuri mengatakan penggunaan masker kain setidaknya dua lapis. Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita.

Gunakan masker kain selama maksimal 3 jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih. ''Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat,'' kata Yuri yang menyebut virus Covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X