Libur Maulid Nabi Resmi Digeser, Upaya Antisipasi Munculnya Kasus Covid-19 Baru

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:48 WIB
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin (Kemenag)
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin (Kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah RI resmi menggeser hari libur nasional peringatan Hari Besar Maulid Nabi Muhammad Tahun 2021.

Dilansir dari website Kemenag, Pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi 20 Oktober 2021.

Kebijakan menggeser libur peringatan Maulid Nabi ini diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021," tegas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Baca Juga: Toko Swalayan Menjamur di Kebumen, Bupati Tak Keluarkan Izin Baru

Kamaruddin Amin menegaskan, bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berubah, tetap 12 Rabiul Awal, hanya, hari libur dalam rangka memperingatinya yang digeser.

"Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," paparnya.

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Baca Juga: ADWI 2021: Desa Wisata Tinalah Samigaluh Masuk 50 Terbaik

Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru Hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X