Recovery Rate Covid-19 Meningkat, Dokter Reisa Sebut Tingkat Kesembuhan 72,7 Persen

- Selasa, 22 September 2020 | 07:55 WIB
Recovery Rate Covid-19 Meningkat, Dokter Reisa Sebut Tingkat Kesembuhan 72,7 Persen. (istimewa)
Recovery Rate Covid-19 Meningkat, Dokter Reisa Sebut Tingkat Kesembuhan 72,7 Persen. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Recovery rate covid-19 meningkat, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro sebut  tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia saat ini tercatat 72,7 persen dari total terkonfirmasi positif atau mencapai 180.797 orang dari total 248.852.

Baca juga: Penularan Covid-19 Terjadi di Banyak Tempat, Petugas Harus Periksa 1.000 Spesimen

Duh! Kemenkes Temukan 1.000 Klaster Covid-19

Per Senin (21/9) saja jumlah pasien sembuh dari Covid -19 bertambah 3.870 kasus. "Jumlah kasus selesai isolasi pasien Covid-19 di pekan ketiga September meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Ini berarti terapi yang diterapkan oleh para tenaga medis di Indonesia efektif," kata Reisa di Istana Kepresidenan, Senin (21/9).

Lima provinsi tertinggi dalam jumlah pasien sembuh harian adalah DKI Jakarta , Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat dan  Jawa Tengah. DKI Jakarta mencatat jumlah tertinggi pasien sembuh dengan 1.299 kasus dan kumulatifnya mencapai 49.546 kasus. Lalu Aceh kedua terbanyak pasien sembuh yakni 376 kasus dan kumulatifnya 1.680 kasus.  Ketiga kesembuhan terbanyak berada di Jawa Timur dengan 341 kasus dan kumulatifnya 33.575 kasus, Jawa Barat pasien sembuh sebanyak 257 kasus dan kumulatif mencapai 10.167 kasus dan terbanyak kelima Jawa Tengah menambahkan pasien sembuh 321 kasus dan kumulatif 13.306 kasus.

Dokter cantik Reisa mengungkapkan keberhasilan meningkatan jumlah pasien sembuh itu mulai dari pemberian obat yang menekan infeksi virus di tubuh pasien, mempercepat masa penyembuhan, mengurangi risiko kematian, termasuk menguatkan imunitas tubuh pasien, baik melalui kombinasi obat yang optimal maupun asupan gizi yang seimbang.

Menurutnya, banyaknya angka kesembuhan itu penting bagi ilmu kesehatan. Salah satunya melalui pasien yang telah sembuh menghasilkan terobosan pada ilmu kesehatan. Seperti penggunaan terapi plasma convalescent. Penjelasannya, yaitu terapi yang menggunakan plasma darah pasien yang telah sembuh. Plasma 55 persen, sel darah putih kurang dari 1 persen, dan sel darah merah 45 persen.

Rangkaian terapi dan pemakaian kombinasi obat serta suplemen yang direkomendasikan. Selain itu pasien sembuh juga memberikan informasi lebih, tentang pemetaan genetik virus agar para peneliti dapat mengembangkan vaksin.  "Mari kita doakan agar semakin banyak kasus aktif atau pasien yang kini sedang dirawat, sembuh kembali," ajak Reisa.

Untuk kasus aktif tercatat 58.378 kasus. Reisa mengakui masih terjadi kenaikan 582 kasus aktif dibandingkan Minggu (20/9). Peningkatan jumlah kasus aktif  dan terkonfirmasi itu, sebenarnya karena peningkatan upaya tracing (pelacakan) atau testing terhadap masyarakat. Pada kasus positif baru bertambah 4.176 kasus. Untuk menekan penambahan kasus baru, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan 3T atau tracing, testing dan treatment.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X