Keren! Konservasi Penyu Cilacap, Pertamina Gagas Eduwisata

- Kamis, 17 September 2020 | 10:50 WIB
PELEPASLIARAN TUKIK: Ratusan tukik Penyu Lekang dilepasliarkan di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika W)
PELEPASLIARAN TUKIK: Ratusan tukik Penyu Lekang dilepasliarkan di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika W)

CILACAP, suaramerdeka.com –  Para pegiat lingkungan dan sejumlah elemen masyarakat terus berupaya melestarikan lingkungan hidup, termasuk menyelamatkan spesies satwa langka. Penyu merupakan salah satu satwa langka, bahkan International Union for Conservation of Nature masih memasukan penyu dalam Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies Terancam).

Secara regulasi, seluruh spesies penyu merupakan satwa dilindungi sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Unit Manager Pertamina MOR IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Anna Yudhiastuti mengatakan  penyu merupakan spesies satwa yang dilindungi. Melalui program CSR Pertamina konservasi penyu ini, kami terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah-wilayah operasi Pertamina.

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen menjaga pelestarian lingkungan, Pertamina menjalankan berbagai program konservasi lingkungan. Salah satu program adalah konservasi penyu yang terancam punah. Program konservasi penyu ini merupakan bentuk kolaborasi dari unit-unit operasi Pertamina Marketing Operation Region IV yaitu Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Lomanis dan Integrated Terminal Cilacap

Kegiatan konservasi dilakukan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, di wilayah Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala. Jenis penyu yang saat ini masih terus dilakukan upaya konservasi adalah spesies Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae).

Tahun ini merupakan tahun kedua, di mana tahun lalu berbagai upaya telah dilakukan salah satunya telah melepasliarkan puluhan tukik. Pada Senin (14/9) Pertamina Bersama Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja melepasliarkan sekitar 100 tukik untuk kembali ke habitatnya.

‘’Dalam konservasi penyu di Pantai Sodong ini, kami bukan hanya memberikan bantuan fisik, namun lebih jauh dari itu Pertamina dan Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap ingin pula membangun kesadaran warga dalam menjaga ekosistem dan habitat Penyu Lekang ini,” ungkap Anna Yudhiastuti.

Sejak April hingga Agustus 2020, Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap Bersama Pertamina berhasil menetaskan 133 tukik untuk kemudian dilepasliarkan ketika berumur dua minggu. Butuh waktu sekitar 45 hari sejak telur ditemukan untuk dapat menetas.

“Bersama Pertamina kami terus mencoba untuk mengembangkan konsep konservasi untuk dapat meningkatkan populasi tukik yang dapat ditetaskan. Kami dan Pertamina terus mengedukasi warga dan nelayan untuk bersama menyelamatkan telur penyu yang ditemukan dan semakin hari perkembangan kesadaran masyarakat semakin baik,” terang Jumawan, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X