Menanam Wawasan Kebangsaan ala Ning Nawal Taj Yasin

- Rabu, 16 September 2020 | 20:45 WIB
Ketua Umum Badan Koordinasi Organisasi Wanita Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Taj Yasin saat menjadi pemateri pada seminar Pengembangan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme di Kantor Kesbangpol, Selasa (16/9).
Ketua Umum Badan Koordinasi Organisasi Wanita Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Taj Yasin saat menjadi pemateri pada seminar Pengembangan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme di Kantor Kesbangpol, Selasa (16/9).

 SEMARANG, suaramerdeka.com – Menanamkan wawasan kebangsaan pada generasi milenial, tidaklah mudah. Sebab, mereka hidup di tengah canggihnya teknologi, yang telah menghilangkan batas teritori, dan mengubah masyarakat secara dinamis.

Ketua Umum Badan Koordinasi Organisasi Wanita Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Taj Yasin menuturkan, teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah perang konvensional menjadi perang moderen dengan menggunakan teknologi, media massa, dan cyber war. Saat ini adalah perang mengubah pola pikir.

"Bukan lagi perang dengan kekuatan militer, tetapi perang pengaruh melalui format ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya secara tidak disadari," katanya saat menjadi pemateri seminar Pengembangan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme di Kantor Kesbangpol, Selasa (16/9).

Proxy war itu, kata Ning Nawal, sapaan akrab Nawal Nur Arafah Taj Yasin, sasarannya meliputi berbagai bidang. Mulai dari ketahanan ekonomi, pertahanan dan keamanan, budaya, ideologi, lingkungan, politik, hingga karakter masyarakat.

Baca Juga: Dorong Merdeka Belajar, SMI Rangkul Dinas Pendidikan Jateng

Generasi muda, menurutnya adalah elemen masyarakat yang mudah terpengaruh. Mereka bisa dipengaruhi melalui pola serangan pintar F-7 (Food, Fun, Fashion, Film and Fantasy, Filosofi, dan Finansial).

Orang tua, tegas dia, mutlak menjadi sumber informasi, pendamping dan role model bagi anak. Harus menjadi perhatian yakni pendidikan karakter, agar anak dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ini agar mereka dapat memberikan kontribusi positif kepada lingkungannya. Selanjutnya, membangun sikap dan jiwa kepemimpinan anak, membangun sikap kritis, dan menanamkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Cara menguatkan karakter generasi milenial yang cinta tanah air dan berwawasan kebangsaan bisa dengan berbagai cara. Menurut Nawal, mereka bisa diberikan contoh orang tua untuk mengikuti kegiatan upacara bendera, Pramuka, diajak bergotong-royong, atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Orang tua juga bisa mengajak anak untuk nonton bareng film perjuangan.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X