Tjahjo Kumolo: Pembubaran Lembaga untuk Penyederhanaan Birokrasi, Bukan Sekadar Efisiensi Anggaran

- Selasa, 15 September 2020 | 21:53 WIB
Ken Ragil Turyono (kanan) dan Muhammad Sulhan Fauzi (kiri).
Ken Ragil Turyono (kanan) dan Muhammad Sulhan Fauzi (kiri).

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pembubaran lembaga yang dilakukan oleh pemerintah bukan hanya untuk efisensi anggaran, tetapi upaya strategis dalam penyederhanaan birokrasi.

Pembubaran atau penataan lembaga non-struktural (LNS) diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah. Penyederhanaan birokrasi merupakan salah satu fokus utama dari program Presiden RI Joko Widodo.

“Ukurannya tidak dalam kerangka efisiensi anggaran tapi membuat birokrasi yang ramping, efektif, dan efisien,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo saat menjadi narasumber dalam Webinar Universitas Brawijaya, secara virtual, Selasa (15/9).

Penyederhanaan yang dilakukan antara lain penyederhanaan birokrasi menjadi dua level eselon, serta pengalihan jabatan struktural menjadi fungsional. Pemerintah juga melakukan penataan lembaga yang tidak efektif, tidak efisien, serta kewenangannya tumpang tindih dengan kementerian dan lembaga yang sudah ada.

Baca Juga: Puan Pastikan DPR Tetap Produktif di Masa Pandemi

Lebih lanjut, Menteri Tjahjo menjelaskan terdapat lima tujuan penyederhanaan birokrasi, salah satunya adalah menciptakan birokrasi yang dinamis sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang prima.

Tujuan penyederhanaan birokrasi lainnya adalah mewujudkan profesionalitas aparatur sipil negara (ASN), percepatan sistem kerja, dan fokus pada pekerjaan fungsional. Selain itu juga untuk mendorong efektivitas dan efisiensi kinerja pegawai pemerintah.

Pada kurun waktu 2014 hingga 2020, pemerintah telah melakukan pengintegrasian atau pembubaran 27 LNS ke dalam lembaga yang memiliki tugas sejenis. Pada 2014 terdapat 120 LNS yang dilebur, kini pada 2020 tersisa sebanyak 93 LNS.

Baca Juga: PSBB Tak Ganggu Perekonomian

Halaman:

Editor: Setiawan Hendra Kelana

Tags

Terkini

X