Boyolali Mulai Mewaspadai Klaster Perkantoran

Nugroho
- Selasa, 15 September 2020 | 08:52 WIB
Boyolali Mulai Mewaspadai Klaster Perkantoran. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
Boyolali Mulai Mewaspadai Klaster Perkantoran. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com Satgas Covid-19 Boyolali mulai mewaspadai kemunculan klaster perkantoran. Setidaknya, ada dua kantor yang ditutup karena adanya karyawan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya Kantor Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Kompleks Setda Boyolali Terpadu Boyolali ditutup sementara pada Selasa-Rabu (8- 13/9). Penutupan dilakukan karena ada satu karyawan kantor tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Kali ini, penutupan juga dilakukan terhadap Kantor BPJS Boyolali. Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, penutupan dilakukan setelah ada 10 karyawan yang positif Covid-19. ‘’Itu diketahui setelah kami lakukan screening sebelumnya atas permintaan pihak BPJS Boyolali. Bagi 10 karyawan yang positif dilakukan isolasi mandiri karena kondisinya sehat,’’ katanya, Senin (14/9).

Namun demikian, pihaknya menyatakan kasus Covid-19 di Boyolali sudah mulai bisa direm. Buktinya, penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali tidak terlalu signifikan seperti sebelumnya. Sepekan terakhir, sejak 7 September 2020 total penambahan kasus Covid-19 sebanyak 96 Kasus.

‘’Karena diberitakan terus- menerus. Masyarakat banyak yang takut untuk melanggar protokol kesehatan, sehingga ampuh untuk menekan penularan Covid-19.’’

Secara akumulasi, kasus Covid-19 di Boyolali tercatat 700 kasus positif. Dari jumlah tersebut, 342 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 108 pasien masih menjalani perawaran di RSD Covid-19. Sisanya, 204, menjalani isolasi mandiri dan 23 meninggal dunia. ‘’Persentase kesembuhan di Boyolali 49 persen dan yang meninggal 3 persen.’’

Saat ini, lanjut dia, kasus Covid-19 di Boyolali paling banyak berasal dari Klaster Bawaslu Boyolali 103 kasus. Saat itu kasusnya masih berlangsung. Dari petugas lapangan tercatat 36 kasus dan dari pasien SUG di Desa Gunung, Kecamatan Simo 33 kasus.

Terpisah, Kepala BPJS Boyolali, Juliansyah membenarkan terkait penutupan kantornya. Penutupan dilakukan pada Sabtu- Senin (12-14/9) setelah ada karyawan dinyatakan positif Covid-19. ‘’Selama penutupan, juga kami lakukan disinfeksi seluruh area kantor,’’ katanya.

Editor: Nugroho

Terkini

Tagar Giring Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Kamis, 6 Januari 2022 | 22:28 WIB

Fokus di Kabinet, Airlangga Tak Akan Mundur

Sabtu, 1 Januari 2022 | 18:32 WIB

Hasto: PDIP Doakan Suksesnya Muktamar NU

Rabu, 22 Desember 2021 | 17:46 WIB

Hanura Jateng Targetkan Lolos Verifikasi Pemilu 2024

Rabu, 22 Desember 2021 | 17:32 WIB

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X