Dirjen Kebudayaan Rilis Buku ‘Industri Film Asia-Pasifik di Tengah Pandemi Covid-19’

- Jumat, 11 September 2020 | 21:13 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid Ph.D menilai buku ‘Industri Film  Asia-Pasifik di Tengah Pandemi Covid-19’ cukup komprehensif untuk digunakan sebagai bahan tilikan mencermati Industri film Indonesia, juga di sejumlah negara Asia-Pasifik akibat deraan pandemi COVID-19.

Buku yang disusun Adisurya Abdy, Benny Benke dan Shandy Gasella, serta didukung sepenuhnya oleh Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru Kemendikbud RI ini, menurut Hilmar Farid memberikan kaca benggala kepada pembaca tentang kondisi riil negara-negara yang terdampak pagebluk.

Menurut Hilmar Farid, dinamika peristiwa kontemporer dan sosial manusia dari waktu ke waktu selalu meninggalkan jejak budaya yang mencerminkan kehidupan pada zamannya. Dengan mencermati peristiwa masa kini dan masa silam, lantas menarik manfaat daripadanya, pada saatnya kelak kita akan dapat menegakkan jati diri sebagai bangsa yang besar.

"Agaknya itulah yang tersirat dan menjadi harapan kita melalui penerbitan buku ‘Industri Film  Asia-Pasifik di Tengah Pandemi Covid-19’ ini," katanya di Jakarta, Jumat (11/9/2020) sembari menambahkan, mencermati setiap artikel dalam buku ini, pembaca diajak menengok sejenak, untuk melihat dan merenungi apa dampak pandemi Covid-19 terhadap industri perfilman di berbagai negara lain, termasuk di negeri sendiri.  

"Bagaimana pandemi ini menjadi pukulan keras, lantas apa langkah-langkah yang diambil para pemangku kepentingan agar dapat bertahan dan melaluinya, tergambarkan cukup komprehensif dalam buku," katanya lebih lanjut.

Dia meyakini, terbitnya buku yang merupakan kerja keras tim penyusun yang telah merangkai informasi dari berbagai sumber, kemudian menyatukannya menjadi sebuah buku yang utuh patut mendapatkan apresiasi.

"Untuk usaha tersebut, saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tulus, saya juga mengucapkan terima kasih dan kebanggaan saya kepada Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, atas dukungannya untuk menerbitkan buku ini. Harapan saya informasi yang dihadirkan melalui buku ini dapat memberi manfaat bagi kita semua," tutup Hilmar Farid.

Hal senada diugkapkan Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Ahmad Mahendra. Menurut dia, buku ‘Industri Film Asia Pasifik di tengah Pandemi COVID-19’ disusun dengan tujuan untuk memberikan  informasi  yang bersifat edukatif terhadap perkembangan perfilman di Indonesia khususnya, dan di Asia Pasifik pada umumnya, Pada masa pandemi COVID-19.

"Karenanya Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik penulisan buku ini," katanya.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X