Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

- Sabtu, 12 September 2020 | 00:23 WIB
SM/Muhammad Arif Prayoga : TERJARING OPERASI : Masyarakat yang terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, saat didata dan diminta KTP-nya di depan kantor Kelurahan Gisikdrono, Jalan Pamularsih, Semarang Barat, baru-baru ini. (39)
SM/Muhammad Arif Prayoga : TERJARING OPERASI : Masyarakat yang terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, saat didata dan diminta KTP-nya di depan kantor Kelurahan Gisikdrono, Jalan Pamularsih, Semarang Barat, baru-baru ini. (39)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Semarang terus bertambah. Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat, hingga Jumat (11/9) terdapat 40 titik kelompok/klaster yang tersebar di ibukota Provinsi Jawa Tengah ini.

Terakhir, sebuah warung makan ikan manyung di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat menjadi titik baru penyebaran Covid-19. Setidaknya 25 orang menjalani tes swab menyusul ditetapkannya warung makan tersebut sebagai klaster baru.

Kepala Dinas Kesehatan, Kota Semarang, M Abdul Hakam, menjelaskan warung makan itu menjadi lokasi persebaran Covid-19 yang menularkan ke banyak orang. ”Sebelumnya ada pasien yang dirawat di rumah sakit yang merupakan karyawan di rumah makan tersebut. Kemudian sekitar 25 orang kami swab yang ada di rumah makan itu. Dari swab itu kita temukan awalnya lima orang positif yang merupakan karyawan,” kata Abdul Hakam, Jumat (11/9).

Selanjutnya, tim dari tenaga kesehatan melakukan pelacakan lebih lanjut. Khususnya kepada kelompok paling rawan yakni keluarga para penyintas Covid-19. ”Jadi masih kemungkinan bisa bertambah. Pasien ada yang di karantina di Rumah Dinas Wali Kota, ada juga yang karantina mandiri,” lanjutnya.

Sterilisasi

Tim juga juga telah melakukan sterilisasi di rumah makan tersebut. Setelah ada jangka waktu dari sterilisasi, rumah makan boleh buka kembali sesuai batas waktu protokol kesehatan. ”Untuk pengunjung yang beberapa hari lalu sempat makan di warung tersebut bisa melakukan pemeriksaan di puskemas terdekat. Jangan takut. Kalau deteksi bisa dilakukan lebih dini itu mengurangi risiko untuk dirawat di rumah sakit,” umbuhnya.

Sebab, pasien yang tanpa gejala bisa karantina mandiri. Dikatakan Hakam lebih lanjut, sejauh ini terdapat kurang lebih 40 titik persebaran Covid-19 secara kelompok/ klaster. ”Tentu kelompok-kelompok menyumbang angka penularan. Ada yang perkantoran, dan yang lain,” imbuhnya.

Berdasarkan data http://siagacorona. semarangkota.go.id/ hingga, Jumat (11/9) sore, jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kota Semarang mencapai 6.904 orang. Dari jumlah tersebut, pasien aktif Covid-19 atau yang sedang dirawat/karantina mandiri tercatat 569 orang terdiri dari 403 warga Kota Semarang, dan 166 dari luar Kota Semarang/wilayah sekitar.

Kemudian kasus sembuh 5.653 orang, terdiri dari 4.546 warga Kota Semarang. Kemudian 1.107 orang warga dari luar Kota Semarang/wilayah sekitar. Adapun pasien yang meninggal, total mencapai 682 orang dimana 514 merupakan warga Kota Semarang. Kemudian 168 warga dari luar Kota Semarang/wilayah sekitar

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X