Wamenag Imbau Masyarakat Sikapi Soal Program Sertifikasi Ulama dengan Obyektif

- Selasa, 8 September 2020 | 09:35 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meminta kepada masyarakat agar dalam menyikapi soal program sertifikasi ulama atau penceramah agama dengan jernih dan objektif tidak didasarkan pada sikap curiga serta syak wasangka.

"Karena dapat menimbulkan salah paham yang berujung pada polemik yang tidak produktif," kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, Selasa (8/9).

Menurut Zainut, program sertifikasi penceramah tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Dia mengatakan program serupa dijalankan organisasi-organisasi keagamaan untuk meningkatkan kompetensi dai.

Maka, seorang dai dan penceramah agama, misalnya perlu dibekali ilmu psikologi massa, public speaking, metode ceramah sesuai dengan perkembangan zaman, dan juga pemahaman Islam wasathiyah atau moderasi beragama serta pemahaman wawasan kebangsaan.

Baca Juga: Norma Agama Jadi Acuan Perilaku ASN Kemenag

Zainut mengatakan, dalam pelaksanaan program tersebut, Kemenag bekerja sama dengan majelis dan ormas keagamaan, seperti MUI, PGI, KWI, PHDI, Walubi/Permabudhi, Matakin, NU, Muhammadiyah, dan ormas keagamaan lainnya.

Sementara itu, Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator dan pendampingan program dengan memberikan dukungan anggaran stimulan, tenaga serta instrumen lain yang dapat mendorong lahirnya partisipasi masyarakat.

Untuk hal tersebut, lanjut Zainut, Kemenag memberikan apresiasi kepada ormas atau kelompok masyarakat yang sudah melaksanakan program tersebut. "Ke depannya kami ingin ada sinergi program ormas-ormas agama dengan Kemenag agar lebih maksimal pelaksanaannya," ujarnya.

Program dai dan penceramah bersertifikat sifatnya voluntary atau suka rela bukan menjadi sebuah keharusan, sehingga tidak ada alasan akan menjadi ancaman bagi dai dan penceramah agama yang tidak mengikutinya, karena tidak ada sanksi apa pun yang akan diberikan kepadanya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X