Atasi Persoalan Gizi Butuh Kerjasama Multisektoral

- Kamis, 3 September 2020 | 15:22 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk meluaskan jangkauan capaian yang telah dihasilkan, Kelompok Kerja (Pokja) Promosi Gizi Berbasis Sekolah (School-Based Nutrition Promotion/SBNP) Indonesia bersama South East Asian Ministry of Education Organization – Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON)/ Pusat Kajian Gizi Regional UI dan The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Peluncuran (launching) produk yaitu SBNP Platform dan Buku Kompilasi Kegiatan SBNP di Indonesia pada Kamis, 3 September 2020 melalui YouTube Streaming dan Zoom Webinar. Platfotm dan buku ini merupakan upaya mendokumentasi berbagai upaya promosi gizi berbasis sekolah yang sudah dilakukan termasuk praktik baik yang ada di Indonesia.

SBNP Platform merupakan sebuah alat berbasis website yang digunakan untuk mengumpulkan learning tools atau sarana prasarana yang berkaitan dengan SBNP dalam bentuk digital untuk kemudian dibagikan kepada pengguna yang membutuhkan. Sementara Buku Kompilasi Kegiatan SBNP dibuat sebanyak 5 seri dengan target pembaca yang berbeda, yaitu 1) Akademisi, 2) Pemangku kebijakan, 3) Pelaksana program, 4) Komunitas sekolah dan 5) Masyarakat umum dan media. Selain buku kompilasi, disusun juga beberapa infografis sebagai sumber informasi yang lebih singkat dan lebih mudah dimengerti.  

Baca Juga Pembicaraan Gizi Anak Harus Berawal dari Keluarga, Tingkat Edukasi Memengaruhi

“Buku kompilasi ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan advokasi bagi pihak yang terkait seperti guru, pembuat kebijakan dan juga akademisi.” ungkap dr. Muchtarudin Mansyur, Direktur SEAMEO RECFON, di dalam Pengantar Buku Kompilasi Kegiatan SBNP.

Selain kegiatan launching produk, diadakan juga talkshow dengan tema Kerjasama Lintas Sektor dalam Program Promosi Gizi berbasis Sekolah di Indonesia di Era Correct Normal – Challenge or Opportunity, yang diisi oleh narasumber dari berbagai macam instansi pemerintah dan international agency yang pernah terlibat dalam promosi gizi anak sekolah. Instansi-instansi yang terlibat adalah Direktorat Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud RI, Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, serta GAIN Indonesia. Paparan narasumber memaparkan materi mengenai: Pandangan kementerian/ international agency tentang kegiatan SBNP di Indonesia, meliputi: capaian, tantangan, factor kunci keberhasilan kegiatan/program.

Peran spesifik setiap kementerian/international agency untuk mewujudkan/mempertahankan faktor kunci keberhasilan tersebut Pengalaman dan pembelajaran yang dimiliki dalam kerjasama lintas sektor dalam program/kegiatan SBNP Strategi dan inovasi yang dilakukan kementerian/international agency dalam Program/Kegiatan SBNP saat masa pandemi COVID-19

Baca Juga: Kemenkes Jangan Abai Masalah Gizi Anak di Tengah Pandemi

“Kerjasama multisektoral sangatlah penting. Saat ini banyak organisasi melakukan upaya perbaikan gizi remaja dengan keahliannya masing-masing. Jika kemampuan ini saling bersinergi, maka dampak yang akan terjadi pasti lebih besar”, kata Ravi Menon, Country Director dari GAIN Indonesia.

Talkshow ini disiarkan secara luas melalui kanal Youtube SEAMEO RECFON pada 3 September 2020 pukul 08.00-12.00. Tayangan ulangnya dapat dinikmati kembali di kanal yang sama. Hal ini merupakan upaya SEAMEO RECFON dalam memperluas akses guru, petugas kesehatan dan masyarakat luas mengenai pelaksanaan pendidikan gizi berbasis sekolah.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X