Klaster Pesantren Bermunculan, Menag : Lapor, Jangan Diam-diam!

- Kamis, 3 September 2020 | 10:20 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Setelah pondok pesantren menjalani pembelajaran tatap muka dan santri-santri kembali masuk pondok, bermunculan klaster pesatren sebagai sumber penularan virus Covid-19. Lalu bagaimana respons Menteri Agama Fachrul Razi menanggapi pemberitaan bahwa ponpes menjadi klaster baru Covid-19

“Jadi, kalau ada yang positif (Covid-19), jangan diam-diam saja. Segera lapor, sehingga bisa segera kita atasi. Pasti pemerintah akan membantu,” tegas Menag di Jakarta, Selasa (1/9).

Menag meminta pengurus pondok pesantren segera melapor temuan kasus Covid-19 di lingkungan pondok. “Belakangan kami melihat ada beberapa pesantren yang terkena, kami anjurkan kepada mereka agar jangan diam-diam saja. Kalau ada yang terkena atau menjadi klaster segera lapor ke Kementerian Agama. Segera akan kami datangi dan bantu,” kata Menag.

Pihaknya mengatakan akan merespons cepat laporan pondok pesantren yang terpapar Covid-19. Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat bila memperoleh laporan adanya klaster Covid-19 di pesantren. “Kami akan bantu apa saja yang kami bisa. Misalnya dari mulai obat-obatan, disinfeksi lingkungan pondok pesantren, atau membantu dana, hingga berkoordinasi untuk menurunkan tim kesehatan ke sana,” tutur Menag.

Baca juga: Insya Allah, Bantuan Pesantren Cair Akhir Agustus, Ini Syaratnya

Menag mengingatkan kembali, Kementerian Agama telah menyampaikan empat syarat utama yang harus dipenuhi pesantren apabila ingin mulai melakukan pembelajaran tatap muka. “Pertama, lingkungan madrasah/pesantren aman Covid-19. Kedua, guru atau ustadz aman Covid-19. Ketiga, santrinya aman Covid-19, dan keempat selalu menerapkan protokol kesehatan,” ujar Menag.

“Bila menerapkan empat hal tersebut, insya Allah semuanya akan aman. Ini sudah dilakukan oleh banyak pesantren kita,” kata Menag. Saat ini, Kementerian Agama melakukan sinergi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19.

Salah satunya yang dilakukan Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk mengatasi klaster Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi.  Bersama dengan GTTP dan masyarakat, Kanwil Kemenag Jawa Timur melakukan sejumlah upaya, antara lain menyiapkan tempat isolasi, menurunkan tim kesehatan, disinfeksi, dan trauma healing, hingga mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan para santri selama menjalani masa karantina 14 hari.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X