Penyerangan Mapolsek Ciracas, Tindakan Tegas Tak Cukup Sampai Prajurit Level Bawah

- Senin, 31 Agustus 2020 | 19:57 WIB
Istimewa
Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Unpad, Muradi mengapresiasi tindakan tegas KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa terhadap prajurit yang terlibat dalam penyerangan Mapolsek Ciracas.

Baca Juga: KSAD Pastikan Anggota TNI yang Terlibat Penyerangan di Polres Ciracas Dipecat

Hanya saja, dia menilainya belum cukup. Pasalnya, tak mungkin prajurit yang masih muda-muda itu berani bertindak sejauh itu. Muradi pun menyebut bahwa kejadian tersebut masih merupakan bagian dari cerita lama yang melibatkan hubungan TNI-Polri.

"Ini menyangkut akses ekonomi, politik, dan jaringan, yang dirasa menganggu pola hubungannya, ini miniaturnya, karena ada problem masa lalu,"  tandasnya usai Webinar "Bela Negara, Komponen Cadangan, dan Ancaman Keamanan Nasional" yang digelar Bandung School of Democracy, Senin (31/8) petang.

Pelaku-pelaku tersebut, jelasnya, merupakan prajurit-prajurit level bawah dari mulai prada hingga sersan mayor. Merujuk pada pemicu kejadian penyerangan, yang berupa hoaks sehingga memprovokasi prajurit lainnya, mereka memang pantas dijatuhi hukuman berlipat.

Hanya saja, dari rangkaian peristiwa tersebut, Muradi menilai seolah menunjukan adanya problem senior. Karena itu, pengusutan tak boleh berhenti terhadap 31 prajurit yang dianggap terlibat. Terlebih dalam lingkungan militer, terdapat adagium bahwa prajurit tak pernah salah.

"Pernyataan Dandim Jaktim bahwa tak ada prajurit yang terlibat juga perlu diproses lebih lanjut, karena pernyataannya itu kan bisa disimpulkan menyembunyikan sesuatu. Karena itu, cari juga atasan dari prajurit-prajurit tersebut," katanya.

Menurut dia, kasus seperti penyerangan terhadap objek vital tersebut bisa diartikan sebagai pembiaran. Untuk itu, perlu dilakukan pengusutan secara tuntas terutama di level perwira yang menjadi atasan dari prajurit-prajurit tersebut.

"Lebih dari itu, pembinaan secara organisatoris memang perlu dilakukan, apalagi menyangkut persoalan masa lalu sehingga perlu dilakukan perbaikan, karena apa yang dilakukan ini, jahat betul," kata Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Unpad itu.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X