KSAD Pastikan Anggota TNI yang Terlibat Penyerangan di Polres Ciracas Dipecat

- Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:17 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengambil langkah tegas terhadap anggotanya yang terlibat penyerangan di Polsek Ciracas.

Ia menyatakan, puluhan prajurit yang kini sedang diperiksa di Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya dipastikan terjerat pasal dalam kitab hukum pidana militer. Karena itulah, mereka semua yang diperiksa itu sudah bisa mendapatkan hukuman tambahan berupa pemecatan dari TNI.

"Semua yang diperiksa sudah memenuhi pasal kitab hukum pidana militer untuk diberikan hukuman tambahan berupa pemecatan dari militer," kata Jenderal Andika dalam siaran pers resmi di Jakarta, Minggu 30 Agustus 2020.

Baca Juga: Panglima TNI Pastikan Prada MI Alami Kecelakaan Tunggal Bukan Dikeroyok

Jenderal Andika mengatakan, dirinya tidak keberatan kehilangan prajurit daripada merusak citra TNI Angkatan Darat. "Lebih baik kehilangan 31 prajurit yang terlibat apapun perannya dari pada nama TNI AD rusak,” kata Jenderal Andika.

Meski dipastikan dipecat, prajurit TNI masih akan menjalani proses hukum lainnya sesuai peran mereka masing-masing dalam penyerangan itu.

Saat ini, lanjut Jenderal Andika, sudah 12 orang prajurit TNI AD diperiksa Denpom. Dan ada 19 orang lagi yang akan diperiksa terkait kasus serupa.

"Jadi total ada 31 orang dan 19 orang dalam proses pemanggilan," kata Jenderal Andika.

Baca Juga:  3 Orang Akui Rusak Kendaraan di Polsek Ciracas

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X