Pekan Depan KPK Terapkan WFH

Ant
- Sabtu, 29 Agustus 2020 | 00:17 WIB
SM/rep Detikcom : Novel Baswedan
SM/rep Detikcom : Novel Baswedan

JAKARTA, suaramerdeka.com - KPK menerapkan sistem work from home atau bekerja dari rumah sebagai imbas dari 23 pegawai dan satu tahanan dinyatakan positif virus Korona (Covid-19). Kantor lembaga antirasuah tersebut juga akan ditutup sementara pekan depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Jumat (28/8). ”Menyikapi itu maka tadi telah dilaksanakan rapat pimpinan bersama jajaran eselon I, II. Kemudian kita memutuskan bahwa terhitung nanti sejak Senin 31 Agustus sampai dengan Rabu tanggal 2 September kita full bekerja dari rumah, dalam artian kantor kita tutup selama tiga hari tersebut,” kata Nawawi.

Namun, menurut Nawawi, tetap ada sejumlah pegawai dari Kedeputian Penindakan yang diizinkan tetap bekerja di kantor. Sebab, ada sejumlah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari rumah. ”Kecuali kepada beberapa rekan personel di bagian Deputi Penindakan yang tentu akan disikapi oleh Kedeputian Penindakan bagaimana mungkin kalau mereka tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

”Tetapi secara umum kami bekerja dari rumah terhitung sejak Senin 31 Agustus tersebut sampai dengan 2 September hari Rabu,” imbuh Nawawi. Untuk selanjutnya, pegawai KPK akan kembali bekerja di kantor dengan sistem shift. ”Kami akan kembali masuk bekerja dengan persentase 50-50 itu insyaallah pada Kamis mendatang,” tuturnya.

Sebanyak 23 pegawai dan 1 tahanan KPK dinyatakan positif Korona. Jumlah 23 pegawai KPK yang dinyatakan positif itu merupakan akumulasi dari yang dirilis KPK pada Kamis (27/8) dan Jumat (28/8). Pada Kamis (27/8) ada sembilan pegawai, empat non-pegawai dan satu tahanan yang dinyatakan positif Corona.

Sedangkan, pada Jumat (28/8) jumlah pegawai yang positif bertambah sepuluh orang terdiri dari empat pegawai di Kedeputian Penindakan dan enam non-pegawai. Salah satu dari sepuluh pegawai KPK itu merupakan penyidik KPK Novel Baswedan. Novel dinyatakan positif Corona setelah menjalani tes swab pada Kamis 27 Agustus kemarin bersama dengan seluruh penyidik KPK. Ia mengaku sempat demam dan batuk-batuk tiga pekan lalu.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengucapkan keprihatinan terhadap Novel Baswedan serta beberapa penyidik KPK yang dinyatakan positif Covid-19. Dia meminta agar KPK memperkuat protokol penanggulangan Covid- 19. ”Ya pertama-tama kita turut prihatin terhadap Pak Novel Baswedan yang kemudian katanya positif Covid dan juga beberapa penyidik KPK. Mari kita mendoakan semoga semua bisa pulih seperti sedia kala,” kata Dasco di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, kemarin.

Dasco juga meminta agar pimpinan KPK melakukan swab tes terhadap seluruh pegawai KPK. Tak hanya itu, dia pun meminta agar gedung KPK disterilkan. ”Kedua kami himbau kepada pimpinan KPK kalau sudah begini mungkin harus dilakukan tes swab massal untuk seluruh pegawai KPK. Lalu kemudian dalam mengikuti protokol Covid mungkin dalam beberapa waktu gedung KPK harus disterilkan lalu kemudian mungkin protokol Covid-nya harus lebih diperketat,” ucapnya.”

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X