Mencegah Peretasan di Media, Ini Beberapa Langkahnya

- Kamis, 27 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Pakar keamanan siber Pratama Persadha. (suaramerdeka.com / dok)
Pakar keamanan siber Pratama Persadha. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mencegah peretasan di media bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan audit keamanan secara rutin, bisa dengan melakukan penetration test, sehingga tahu mana saja lubang keamanan yang bisa dimanfaatkan pihak luar. Tidak lupa lakukan update rutin pada sistem, baik CMS website, anti virus, firewall dan semua perangkat pendukung.

“Salah satu yang paling penting dan sebenarnya mudah dilakukan adalah membuat username password yang sulit. Gabungkan huruf besar kecil dengan angka serta simbol. Langkah backup berkala juga penting untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti deface website.  Jadi, jika website dirusak, kita masih bisa mengembalikan seperti semula dengan file backup yang dimiliki,” ujar Pakar keamanan siber Pratama Persadha.

Dia menambahkan lakukan scan malware secara rutin. Kelola pengaturan hak user dengan baik, sehingga jelas siapa super admin dalam website. Para super admin inilah yang harus diprioritaskan dan diedukasi agar mengamankan akun mereka dengan baik. Gunakan SSL dan juga lindungi website dari Injeksi SQL. Pastikan untuk selalu melakukan scan SQL injection secara rutin dan mengaktifkan firewall.

“Terkait kasus peretasan yang menimpa dua media memang sebaiknya diselidiki lebih lanjut. Diadakan digital forensik dan usaha tracking pelaku jika memungkinkan. Serangan semacam ini bisa terjadi kepada media mana saja, dan biasanya korban tidak tahu bila sedang diretas. Karena itu harus rutin melakukan penetration test,” terangnya.

Baca juga: Media Jadi Korban Peretasan, Sudah Diprediksi Akan Meningkat

Pratama berharap kasus semacam ini tidak berulang dan bisa segera diselesaikan. Khawatir bila tidak diusut akan mengundang saling retas dari orang-orang yang bersimpati. Padahal tidak diketahui pasti pelakunya sehingga para pihak yang tidak terlibat peretasan malah menjadi target dan korban.

Untuk media besar terutama media nasional sebaiknya mempunyai unit tersendiri yang bertanggung jawab dan fokus terhadap keamanan siber. Hal ini masih sangat jarang karena masih banyak yang beranggapan bahwa bagian IT pasti mengerti tentang keamanan siber, padahal dalam kenyataannya IT itu sangat luas, sehingga perlu penegasan adanya struktur tersendiri yang khusus bertanggung jawab terhadap keamanan siber. Hal ini biasa disebut dengan CSOC (Cyber Security Operation Center).

“Pada akhirnya isu keamanan siber juga sudah harus mulai menjadi perhatian tidak hanya oleh unit yang bertanggung jawab terhadap IT tapi juga sampai ke level teratas seperti pemred. Kesadaran dan kewaspadaan sedari dini diharapkan bisa mengurangi resiko serangan siber,” ujar Pratama.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Gus Yahya: Jangan Sampai Peradaban Runtuh

Selasa, 7 Februari 2023 | 14:02 WIB

Ini 4 Quotes Para Tokoh Terkait Peringatan 1 Abad NU

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:42 WIB
X