FKUB Jateng: Jangan Ada Lagi Kekerasan Mengatasnamakan Agama

- Rabu, 26 Agustus 2020 | 22:22 WIB
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, KH Taslim Sahlan menyampaikan sambutan saat kegiatan silaturahmi kebhinnekaan di Ponpes Darut Taghrib, Jepara, Rabu (26/8). (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, KH Taslim Sahlan menyampaikan sambutan saat kegiatan silaturahmi kebhinnekaan di Ponpes Darut Taghrib, Jepara, Rabu (26/8). (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com  - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, KH Taslim Sahlan meminta tak ada lagi aksi kekerasan mengatasnamakan agama.

Taslim juga menginginkan Jawa Tengah terjaga dari sikap intoleransi, terutama pasca-kejadian aksi kekerasan di Solo beberapa waktu lalu.

"Harus saling memperkuat dan memperekat kebangsaan. Misalnya, Nahdlatul Ulama (NU) dengan ke-NU-annya, Syiah dengan ke-Syiah-annya dan tetap menjadi bagian dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bangsa Indonesia,” kata KH Taslim Sahlan seusai kegiatan silaturahmi kebhinekaan di Ponpes Darut Taghrib, Kabupaten Jepara, Rabu (26/8).

Menurut Taslim, semua elemen bangsa, apapun itu agama dan keyakinannya, harus saling menghormati dan mengayomi.

"Perbedaan yang ada jangan menjadi hambatan untuk bersatu, tapi justru saling menguatkan, menjalin keharmonisan bersama," imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darut Taghrib, Ustadz Miqdad Turkan mengapresiasi kegiatan silaturahmi kebhinnekaan tersebut. Menurut Miqdad, kekerasan yang mengatasnamakan agama merupakan penyebab terjadinya sikap intoleransi yang membawa nama Tuhan.

Di sisi lain, berdirinya negara Indonesia tidak diperuntukkan hanya untuk satu kelompok tertentu. Budaya dan adat istiadatnya menjadi salah satu modal dasar berdirinya kemerdekaan tersebut.

”Kita adalah sama. Sama seperti manusia lainnya dalam persaudaraan kemanusiaan,” katanya.

Ketua FKUB Jepara, KH Mashudi, mengatakan kerukunan dapat dimulai dengan komunikasi dan silaturahmi. Selain itu, keragaman Indonesia merupakan sebuah kenicayaan.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X