Bukan Vaksin, Peneliti: Tes Covid Lebih Penting Putus Penyebaran Virus Corona

- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 17:27 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Praktisi dan Peneliti Pandemi Dicky Budiman menilai vaksin bukan solusi tunggal dalam pengendalian pandemi Covid-19. Sebaliknya, tes adalah hal penting yang bisa dilakukan saat ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona

Melalui hasil uji klinis vaksin, menurut Dicky, hanya 50% bisa mendapatkan hasil. Namun, melalui tes pemerintah bisa melacak keberadaan kasus Covid-19 dan mencegah penyebarannya.  

"Kapasitas testing harus diperbesar, kalau tidak ini akan menjadi bom waktu karena orang yang membawa virus ini akhirnya akan pada kelompok paling rawan," ujar dia dalam webinar secara virtual, Sabtu (22/8).

Lebih lanjut, Dicky  juga menilai rendahnya kapasitas jumlah tes Covid-19 di Indonesia lantaran desentralisasi penanganan Covid-19 belum maksimal. Ia menilai seharusnya kepala daerah juga harus memilki sense of crisis atau kepekaan dalam menangani pandemi virus corona.

"Presiden ingatkan ini ke kepala daerah. Tampaknya ini harus terus diingatkan," katanya.

Meski demikian, dirinya tetap mengapresiasi langkah Pemerintah yang menjalin kerja sama bilateral terkait keputusan impor vaksin. Termutakhir pemerintah menandatangani perjanjian impor 50 juta dosis calon vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok.

Dicky pun menyarankan agar Pemerintah dapat melakukan kerja sama tak hanya dengan satu produsen saja. Pasalnya, hal ini untuk mengantisipasi apabila calon vaksin dari satu produsen ternyata belum membuahkan hasil.

"Kritik, ini nggak bisa satu. Ini kan 50:50. Intinya tidak menguntungkan kita kalau hanya satu pihak. Misal bisa ke UK, atau negara lain. Kita kan gak bisa menjamin garansi," ujarnya.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X