Menag: Negara Tidak Harus Berbentuk Khilafah untuk Disebut Islami

- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 18:15 WIB
Menag: Negara Tidak Harus Berbentuk Khilafah untuk Disebut Islami. (istimewa)
Menag: Negara Tidak Harus Berbentuk Khilafah untuk Disebut Islami. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, negara tidak harus berbentuk khilafah untuk disebut Islami. Sebab nilai-nilai Islam tetap berkembang luas dan kuat dalam sistem republik, kerajaan, atau keamiran, termasuk yang sejak dulu berjalan di Republik Indonesia.

Begitu pula, kata Fachrul, bahwa NKRI adalah hasil kesepakatan bersama dan menjadi bentuk negara yang sudah final.

Menag juga menegaskan, bahwa HTI sudah dibubarkan sejak 2017. Karena itu, HTI tidak punya izin beraktivitas di Indonesia, apalagi dengan mengampanyekan sistem politik khilafah yang tertolak di Indonesia.

Pencabutan status badan hukum HTI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI.

"HTI sudah dibubarkan. Sistem politik khilafah tertolak di Indonesia. Sebab, pendiri bangsa telah bersepakat untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X