Otak Penyerangan di Solo Ditangkap

- Rabu, 19 Agustus 2020 | 00:26 WIB
SM/Yoma Times Suryadi : BERIKAN KETERANGAN : Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan seusai gelar pasukan gabungan di Areal Parkir Stadion Manahan, Selasa (18/8). (55)
SM/Yoma Times Suryadi : BERIKAN KETERANGAN : Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan seusai gelar pasukan gabungan di Areal Parkir Stadion Manahan, Selasa (18/8). (55)

SOLO, suaramerdeka.com - Petugas Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Jateng bersama aparat Polresta Surakarta terus memburu para pelaku penyerangan di Kampung Mertodranan saat acara midodareni di kediaman Habis Umar Assegaf, Sabtu (8/8). Info terbaru satu lagi pelaku yang diyakini sebagai otak penyerangan dibekuk petugas setelah kabur di wilayah Jawa Timur.

Otak pelaku penggerak massa yang ditangkap di Pacitan, Jawa Timur berinisial S warga Pasar Kliwon, Solo. Adapun pelaku lain berinisial BD yang diyakini juga sebagai penggerak atau yang memprovokasi juga telah diringkus sebelumnya. Penangkapan S yang diduga kuat sebagai penggerak dan penghasut kasus penyerangan dan penganiayaan di rumah Habib Umar Assegaf tersebut disampaikan Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak usai gelar pasukan di area parkir Stadion Manahan yang dipimpin langsung Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (18/8).

Petugas menemukan bukti kuat jika pelaku S salah satu aktor dibalik penyerangan. Seusai ditetapkan sebagai tersangka, pelaku langsung ditahan di Rutan Polresta. ”Setelah dilakukan pengusutan, yang bersangkutan merupakan penggerak dari kelompok intoleran yang saat itu turun ke lokasi kejadian dan melakukan kekerasan,” kata Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Lebih lanjut, perwira menengah dengan tiga melati di pundak itu mengatakan, pelaku berinisial S dijerat pasal yang sama dengan pelaku lain yang sudah ditangkap sebelumnya yakni pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang berujung pada kekerasan, dan atau pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 335 KUHP tentang ancaman dengan kekerasan. Sesuai pasal berlapis tersebut, para pelaku terancam hukuman selama sembilan tahun penjara.

Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, hingga saat ini, sudah ada sepuluh orang yang bekuk di sejumlah tempat, baik di tempat tinggalnya maupun di tempat persembunyian. Enam pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedang empat orang masih didalami keterlibatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan dan penyerangan yang dilakukan kelompok intoleran terjadi di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) malam. Peristiwa tersebut membuat Habib Umar Assegaf dan kedua keluarganya mengalami luka-luka akibat dianiaya para pelaku saat keluarga Habib Umar Assegaf menggelar acara doa bersama sebelum acara pernikahan atau yang dikenal acara midodareni.

Kejadian tersebut ternyata direkam oleh warga sehingga hasil videonya dengan cepat tersebar luas di masyarakat. Dalam rekaman video terdengar ada suara takbir dan ada beberapa pelaku menganiaya para korban yang berusaha meninggalkan lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang sebenarnya sudah tiba di lokasi mencoba untuk mengendalikan massa yang makin banyak.

Petugas saat itu mencoba untuk mengamankan situasi dan melindungi para korban yang dianiaya para pelaku. Adapun gelar pasukan gabungan yang melibatkan ratusan pasukan dari berbagai kesatuan di Area Parkir Stadion Manahan, tujuannya untuk mengejar para pelaku yang belum tertangkap. Dalam instruksinya secara langsung, Kapolda memerintahkan seluruh pasukan yang ikut apel siaga untuk terus memburu, mengejar para pelaku penyerangan dari kelompok intoleran yang belum tertangkap.

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X