PT KIW Siap Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Nugroho
- Jumat, 14 Agustus 2020 | 07:25 WIB
PT KIW Siap Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi. (suaramerdeka.com/dok)
PT KIW Siap Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi. (suaramerdeka.com/dok)

Paling tidak ada tiga aspek yang harus diperhatikan agar investor baik luar negeri maupun dalam negeri tertarik. Untuk menarik investor menanamkan investasinya, paling tidak ada tiga komponen yang harus diperhatian. Yaitu pertama, harga lahan yang murah atau kompetitif, kedua, perijinan yang cepat, murah mudah dan pasti, ketiga, pelayanan yang prima.

Hal ini menjadi perhatian serius, dimana Presiden Jokowi menegaskan tidak mau lagi tadi ada potensi 119 perusahaan yang akan relokasi dari Tiongkok ke luar, jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia. Jangan kalah dengan negara-negara lain. Kalau mereka memberi harga tanah Rp1 juta ya kita harus bisa memberikan harga lebih kompetitif dari itu.

Kalau mereka ngurus izin di sana 1 bulan, ya kita bisa seminggu misalnya. Kalau mereka ngurus di tempat lain seminggu, ya kita harus bisa sehari-dua hari. Harus memiliki sebuah competitiveness yang baik. Kalau tidak, jangan sampai peristiwa tahun lalu terjadi lagi, ada relokasi dari Tiongkok 33 perusahaan kita satu pun tidak dapat (masuk ke Indonesia).

Hal ini beralasan, mengingat pada 2017, sebanyak 73 perusahaan Jepang berelokasi ke kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 43 di antaranya memilih Vietnam, 11 perusahaan ke Thailand, dan Filipina. Sementara Indonesia hanya kebagian 10 perusahaan Jepang. Ditambah lagi, mengutip laporan Bank Dunia, sebanyak 33 perusahaan memutuskan keluar dari China pada tahun 2019. Dari jumlah itu, 23 di antaranya memilih berinvestasi di Vietnam. Sisanya, pilihan jatuh  ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Satupun tidak ada yang ke Indonesia.
Peristiwa ini membuat Presiden jengkel.

Untuk Kawasan Industri Brebes, progress tetap berjalan, bahkan master plan tinggal finalisasi dan paparan ke kementerian BUMN, feasibility study atau FS finalisasi, Amdal masih proses melengkapi dokumen kerangka acuan serta Amdalalin sedang berproses. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes berjalan lancar dan sangat intens.

Sedangkan untuk Kawasan Industri Terpadu Batang, saat ini progress-nya pembentukan konsorsium pengelola kawasan industri, tiga Perusahaan BUMN, masing-masing PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX dan juga Pemerintah Kabupaten Batang.

Masing-masing sesuai core bisnisnya, PT PP menangani infrastruktur, KIW mengelola kawasan indsustri dan PTPR IX menyediakan lahan. Ini semua didukung oleh para pihak terutama kementrian, lembaga dan BUMN.

Secara marathon rapat koordinasi dilakukan setiap minggu baik tiga pilar utama, PTPN IX, PT PP dan PT KIW, ditambah stakeholder yang lain sebagai supporting seperti jajaran Kemenko Maritim dan Investasi, Kemenko Perekonomian, Kementrian BUMN, PUPR, Perindustrian, Perhubungan, Agraria dan Tata Ruang, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKPM, Bina Marga, Pelindo, PLN, Pertamina, KAI, Pemprov Jateng dan Pemkab Batang.

Bagi-bagi tugas, Kemen PUPR dan Bina Marga berencana membuka exit tol dengan harapan bisa langsung akses ke kawasan industri. Exit tol yang ada tersedia berjarak 16 Km menuju kawasan industri. Untuk urusan listrik menjadi tanggung jawab PLN. Harus dijamin harga daya listrik di dalam kawasan tidak lebih mahal dibanding dengan harga daya diluar kawasan. Pasokan gas menjadi tanggung jawab Pertamina.

Fasilitas gas ke kawasan menjadi sangat strategis, jangan sampai perusahaan sudah akan berjalan, pasokan gas belum ada. Air bersih dan air baku menjadi urusan Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementrian PUPR.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Tagar Giring Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Kamis, 6 Januari 2022 | 22:28 WIB

Fokus di Kabinet, Airlangga Tak Akan Mundur

Sabtu, 1 Januari 2022 | 18:32 WIB
X