PT KIW Siap Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Nugroho
- Jumat, 14 Agustus 2020 | 07:25 WIB
PT KIW Siap Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi. (suaramerdeka.com/dok)
PT KIW Siap Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) siap berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi. Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) saat ini mengelola kawasan seluas 250 Ha, dengan 97 investor, terdiri dari 60 perusahaan PMDN dan 37 PMA dengan menyerap lebih dari 21 ribu tepatnya 21.451 tenaga kerja.

Masih tersedia lahan seluas 65 Ha siap menerima investor, demikian penegasan Ahmad Fauzie Nur, Direktur Operasional PT KIW.

Fauzie menambahkan, kabar rencana masuknya PT CDS Asia (Alpan Lighting), sebuah perusahaan berteknologi tinggi yang bergerak di bidang industri lampu tenaga surya asal Amerika Serikat, KIW menyambut baik dan welcome untuk bergabung sekaligus diharapkan mampu menggeliatkan pertumbuhan ekonomi yang sempat melamban untuk bangkit kembali.

Ketika ditanyakan rencana pengembangan kawasan baru, diluar kawasan yang sekarang sudah eksisting Fauzie mengatakan,  KIW bangga dan muncul semangat baru disaat lahan kami “tinggal” tersisa 65 Ha, KIW mendapat penugasan untuk menjadi pengembang dan pengelola Kawasan Industri Baru (KIB). Tidak tanggung-tanggung dapat penugasan didua tempat, yaitu Kawasan Industri Brebes dan Kawasan Industri Terpadu Batang.

Rujukannya, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019 Tentang  Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

“Kami ditugasi mengembangkan dan mengelola Kawasan Industri Brebes dimana masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN)”, tambah Fauzie, yang sebelum bertugas di KIW pernah menduduki jabatan Kepala Divisi Pemasaran & Pengembangan Bisnis PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Juni 2016 - April 2018 dan sempat menjadi Kepala Divisi Terbaik JIEP tahun 2017.

“Saya ingat betul, Ratas Presiden Jokowi di Istana Bogor pada bulan Juli 2019, dan salah satu hasil Ratas tersebut adalah membangun dan mengembangkan kawasan industri di Brebes. Setelah mendapat penugasan pada akhir Desember 2019, maka mulai Januari 2020 KIW langsung melakukan koordinasi dengan kementrian dan lembaga terkait”, ujar Fauzie, Master of Business (Accounting), lulusan Australian National University, Canberra dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.

Sedangkan penugasan kedua di Kawasan Industri Terpadu Batang. Diawali keinginan Kepala Negara pada saat resmi membuka Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada  Selasa (30/6). Dibukanya kawasan industri terpadu tersebut diharapkan dapat menarik investasi dari 119 perusahaan yang berencana merelokasi pabrik dari China.

Kenapa dibuka kawasan industri di Batang ini? Satu saja jawabannya, ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, cipta lapangan kerja. Pertimbangan ini masuk akal, untuk menarik industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok (China) ke Indonesia, baik itu dari Jepang, dari Korea, dari Taiwan, dari Amerika, atau dari negara manapun.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

X