Mewaspadai Klaster Perkantoran

Red
- Kamis, 13 Agustus 2020 | 00:35 WIB

SETELAH terjadi pelonggaran, kini mulai merebak klaster penularan Covid-19 di perkantoran. Bahkan, beberapa perkantoran terpaksa ditutup sekian hari dan ada yang sampai dua minggu setelah dijumpai ada karyawan yang positif terinfeksi. Pada kenyataannya, perkantoran kini menjadi kluster baru virus Korona. Beberapa kantor di Jakarta serta beberapa daerah di Jawa Tengah telah menjadi zona merah yang berbahaya karena menjadi sumber penularan Covid-19.

Jika kondisi ini tidak diantisipasi secepatnya, penyebaran Covid-19 sangat berbahaya dan akan memukul perekonomian nasional. Hal ini mengingat bahwa perkantoran posisinya sangat vital lantaran di dalamnya terdapat tenaga-tenaga kerja profesional yang menggerakkan roda perekomian. Apabila roda ini terganjal virus, laju perekonomian tentu akan terseok. Terdapat sejumlah kasus positif Korona di perkantoran setelah ada program bekerja dari kantor (work from office, WFO), mengakhiri WFH (work from home) penuh saat pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Meskipun PSBB yang diperlonggar hanya mengizinkan 50 persen pekerja yang masuk kantor untuk WFO, bukan mustahil hal itu tetap memicu kerumunan di sebuah ruang tertutup ber- AC, tentu saja tanpa sirkulasi udara.

Dampak penyebaran Korona pun semakin kuat. Sebab Korona, berdasarkan riset terakhir, ternyata bisa ìbeterbanganî di udara. Ada pula berbagai istilah yang muncul belakangan ini beriringan dengan kabar seputar penularan virus Korona, yakni aerosol dan airborne. Padahal sebelumnya, penularan virus Korona disebutkan terjadi melalui droplet. Pada awal Juli, WHO memperbarui ringkasan ilmiahnya dan menyatakan bahwa penularan virus Korona di udara (airborne) tampaknya mungkin terjadi.

Timbulnya klaster perkantoran tidak terjadi begitu saja. Ada dua penyebab munculnya klaster penularan tersebut. Penularan virus Korona di perkantoran bisa terjadi karena ada karyawan yang awalnya terjangkit dari pemukiman atau dalam perjalanan menuju kantor. Sebenarnya orang yang berkantor tersebut asalnya dari rumah, dari pemukiman, bahkan mungkin menempuh perjalanan menggunakan kendaraan umum.

Klaster baru di kawasan perkantoran mengejutkan banyak orang. Ternyata penyebabnya adalah kurangnya kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah lupa untuk cuci tangan dan selalu pakai masker, walau ada di dalam ruang kantor. Jaga imunitas tubuh agar tidak mudah tertular Korona.

Apabila protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, bukan mustahil perkantoran dan perusahaan menjadi klaster baru penyebaran virus Korona. Hal yang penting para pekerja harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini harus menjadi kebiasaan, bahkan menjadi kebutuhan. Bahkan, penerapan protokol kesehatan tidak cukup hanya dilakukan di tempat kerja, tetapi juga di rumah serta sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kerja.

Perlu diperhatikan, perilaku hidup bersih dan sehat itu tidak hanya di tempat kerja, tetapi mulai dari rumah, di jalan, di tempat kerja. Tentu kita tidak tahu penyebarannya itu ada di kantor, di sepanjang perjalanan, atau di rumah. Kenyataannya, klaster ini ditemukan di berbagai kantor kementerian, badan atau lembaga, pemerintah daerah hingga perusahaan swasta.

Protokol Kesehatan

Untuk mencegah hadirnya klaster baru Covid-19, protokol kesehatan perlu digalakkan, terutama di perkantoran. Langkahlangkah menerapkan protokol kesehatan di dalam ruangan kantor, diantaranya memperhatikan jumlah orang dengan menyesuaikan ukuran ruangan, mematikan pendingin ruangan, menjaga sirkulasi ruangan, serta tidak berlama-lama berada di ruangan.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X