Negara Tak Terapkan ASO, Berpotensi Kehilangan Rp 77 Triliun

- Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penerapan analog switch off (ASO) akan menyumbangkan Rp 77 triliun peningkatan pendapatan negara dalam bentuk pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sebaliknya, selama Indonesia belum menerapkan ASO, maka akan kehilangan potensi pemasukan tersebut.

"Angka itu berdasar kajian yang dibuat oleh Boston Consulting Group. Selain itu, diketahui bahwa penerapan ASO akan membuat 181 ribu penambahan kegiatan usaha baru karena ada perkembangan ekonomi digital dan 232 ribu penambahan lapangan pekerjaan baru," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kemenkominfo Henri Subiakto di  Media Center DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Forum Legislasi bertajuk 'RUU Penyiaran: Bagaimana Masa Depan Digitalisasi Penyiaran di Indonesia.' Menurutnya, bila tidak ada frekuensi baru dari layanan 4G yang sekarang, hanya membuat kecepatan internet sangat lambat. "Indonesia bersama Timor Leste menjadi negara terakhir di Asia Tenggara yang belum menerapkankan ASO. Padahal, ASO adalah sebuah keniscayaan," ujarnya.

Baca juga: Tengah Dikaji Program Internet Gratis Bagi Siswa di Desa Sepakung

Dia menambahkan, ASO menjadi sangat penting bila pemerintah ingin mendapatkan digital deviden melalui frekunsi 700 MHz. Hal itu juga penting agar generasi mendatang dapat menggunakan gawainya secara maksimal.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Hardly Stefano Pariela mengatakan, perkembangan teknologi memang tidak bisa ditolak. Namun, pada saat yang sama setiap orang bisa membuat, menyebarkan atau mereproduksi konten. "Siaran yang kurang pantas di televisi analog, dapat dipastikan tidak akan terulang. Karena pasti diawasi oleh KPI. Namun berbeda dengan di Internet. Dimana hal yang tidak pantas bisa diulang, disebarkan dan diviralkan," tandasnya.

Jadi, dia berpikir agar ada sebuah lembaga independen yang bertugas untuk mengawasi konten-konten internet tersebut. Termasuk juga mengawasi pembuat kontennya. "Apalagi, pengguna internet di Indonesia mencapai 175 juta orang," tegasnya.

 

Editor: Andika

Tags

Terkini

X