<i>Ngeyel</i> Tak Pakai Masker, Warga Jabar Bakal Kena Denda Ratusan Ribu

- Senin, 3 Agustus 2020 | 15:51 WIB
Istimewa
Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Penjatuhan sanksi berupa denda ratusan ribu rupiah bagi pelanggar protokol kesehatan sudah mulai digulirkan di wilayah Jabar, awal pekan ini. Untuk itu, warga diminta patuh melakukan ikhtiar pencegahan Covid-19.

"Satu pekan cukup untuk melakukan peneguran, pekan ini kita mulai tindakan pendendaan," kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil usai rakor gugus tugas di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (3/8).

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan berkontribusi dalam menekan kasus Covid-19 di wilayahnya yang dalam pekan terakhir menunjukan kenaikan. Hal ini merujuk kepada angka reproduksinya yang bergerak ke angka 1,05. Sebelumnya, angka reproduksi Jabar diklaim selalu stabil di bawah angka tersebut. Baginya, kondisinya sudah lampu kuning.

Karena itu, Ridwan Kamil memohon pengertian masyarakat untuk berkomitmen menerapkan protokol kesehatan di ruang publik. Langkah ini, sebutnya, merupakan upaya paling murah dibandingkan harus kembali memberlakukan PSBB, terlebih lockdown.

"PSBB atau lockdown itu merugikan perekonomian, dan juga pendidikan. Kalau memakai masker, tidak seperti itu. Masker paling murah, karena ekonomi dan pendidikan bisa jalan, tinggal kita disiplin saja dalam memakai masker, kalau tak mau didenda ikuti ketentuannya," katanya.

Untuk penegakan aturan dengan payung hukum Pergub itu, RK mengerahkan pasukan Satpol PP yang diback up personil TNI/Polri. Selain denda yang bervariasi antara Rp 100- Rp 500 ribu, petugas juga diberikan kewenangan melakukan hukuman lain berupa kerja sosial saat penerapan di lapangan.

Sebelumnya, RK menolak anggapan bahwa pemerintah tengah menyusahkan masyarakatnya di tengah masa pandemi Covid-19. RK menyebut langkah tersebut khusus menyasar warga yang ngeyel dalam upaya pencegahan penyakit tersebut.

"Kita tak senang mendenda, pemerintah pun tak suka cari duit dengan cara begini, tapi ini hanya sekadar instrumen,  tetap mengedepankan persuasi, ini bagi yang bedegong (bandel), kekeuh padahal penjelasan protokol kesehatan sudah dilakukan bertahap, mereka yang niatnya tak disipin sehingga kita berlakukan aturan ini," katanya.

Editor: Maya

Tags

Terkini

X